Pewarta : Damy

SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mematangkan arah pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor keuangan agar semakin adaptif, profesional, dan berdampak nyata bagi perekonomian daerah. Hal tersebut tercermin dalam Rapat Persiapan Pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) BPR Bank Sumedang Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, didampingi Sekretaris Daerah Tuti Ruswati, bertempat di Ruang Rapat Bupati, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS) Lantai 2, Senin (15/12/2025).

Rapat ini menjadi forum strategis untuk mengulas berbagai tantangan perbankan daerah di tengah pesatnya transformasi digital sektor keuangan, sekaligus memastikan Bank Sumedang tetap memberikan kontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Direktur Utama BPR Bank Sumedang, Yanti Krisyana Dewi, menjelaskan bahwa RKA 2026 disusun dengan fokus pada penyempurnaan pengembangan kelembagaan, penguatan adaptasi teknologi, serta peningkatan integritas dan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik. Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah kesenjangan antara tingkat literasi dan penggunaan layanan keuangan, di mana literasi masyarakat baru mencapai sekitar 66 persen, sementara penggunaan layanan keuangan sudah menyentuh 92 persen. Kondisi ini menjadi perhatian serius untuk memperkuat edukasi keuangan kepada masyarakat.

Dari sisi kinerja, Bank Sumedang mencatat tren simpanan yang lebih didominasi tabungan dibandingkan deposito. Pada tahun 2026, manajemen telah menyiapkan berbagai skema untuk meningkatkan kualitas tabungan, menekan porsi deposito, memperluas kerja sama simpanan antarbank, serta mendorong penyaluran kredit yang lebih produktif. Kontribusi Bank Sumedang terhadap PAD juga menunjukkan peningkatan signifikan, dengan estimasi PAD tahun 2025 mencapai Rp10,3 miliar, naik dari Rp6,7 miliar pada tahun 2024.

Sementara itu, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa Bank Sumedang harus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi lokal, bukan sekadar lembaga keuangan pencetak laba. Bank Sumedang diharapkan mampu memberdayakan nasabah serta membangun kerja sama yang kuat dengan para pelaku usaha di Sumedang agar perputaran ekonomi daerah semakin meningkat.”Ucap Bupati.

Dalam menghadapi era digital, Bupati juga mendorong optimalisasi layanan mobile banking pospay sebagai bagian dari transformasi perbankan daerah yang modern, efisien, dan mudah diakses oleh masyarakat. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui kegiatan benchmarking BPR se-Indonesia dinilai penting untuk terus menjaga daya saing Bank Sumedang.

Dari sisi anggaran, Bupati memberikan penekanan khusus pada prinsip kehati-hatian dan efisiensi. Penggunaan anggaran tahun 2026 diminta lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap mampu menjaga kualitas layanan dan kinerja Bank Sumedang secara optimal, demi terwujudnya perbankan daerah yang sehat, inovatif, dan berkelanjutan.”Tutupnya.