Pewarta : Nadia.FA.Saragih
KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Di tengah kekhawatiran akan hilangnya perajin, Kabupaten Ciamis kini memiliki mercusuar baru pelestarian budaya. Jevan Bathik, yang didirikan tahun 2023 oleh Jevan Ibnu Syahid sekaligus Duta Putra Batik Jawa Barat, hadir sebagai jawaban atas kerinduan akan edukasi dan regenerasi.
Jevan Ibnu syahid, sang pengagas/founder mengungkapkan, langkah ini adalah wujud nyata upaya regenerasi budaya. “Kami melihat kekhawatiran, di Kabupaten Ciamis ini sudah tidak ada lagi perajin batik khususnya,” ungkap Jevan, lulusan UPI Bandung bidang kriya tekstil dan batik.
Misi Ganda: Lestari Budaya dan Mandiri Ekonomi sebagai Duta Batik, Jevan membawa misi ganda yakni pelestarian dan pemberdayaan. Ia ingin meregenerasi ulang kecintaan pada batik, khususnya di kalangan muda. “Misi saya pribadi, ingin melestarikan batik, khususnya ke anak-anak muda,” tegasnya. Pada saat diwawancarai di Galeri Jevan Bathik yang beralamat di Jl. Bakti Karya 1, lingkungan Cibitung Girang RT.03/RW.07 Kertasari Ciamis. Pada Senin (30/9/2025).
Baca Juga:
https://fokuspriangan.id/2025/09/30/ini-rangkaian-acara-hari-jadi-kota-tasikmalaya-ke-24-tahun/
Visi jangka panjangnya adalah dampak ekonomi. “Bagaimana caranya edukasi wisata batik ini akan terus terkenal. Dan nantinya bisa membantu perekonomian mandiri masyarakat ciamis” jelasnya.
Buktinya, Jevan telah membina perajin lokal selama sembilan bulan. “Alhamdulillah sekarang kita sudah mulai bisa membuat produk-produk batik,” ujarnya, berharap dapat mengharumkan nama batik Kabupaten Ciamis hingga kancah internasional.
Fashion Inklusif: Merangkul Semua Kalangan. Jevan Bathik awalnya meluncurkan fashion brand yang eksklusif, menargetkan kalangan duta.
Namun, ia segera mengubah pandangan. “Bagaimana caranya karya-karya saya itu tidak hanya dinikmati oleh kalangan atas, tetapi juga bisa di kalangan menengah ke bawah juga,” paparnya.
Evolusi desain ini melahirkan koleksi yang lebih trendy seperti fashion kasual dan kimono.
Edu-Wisata: Belajar Batik Hingga Wawasan Sejarah
Jevan Batik menawarkan program edu-wisata yang sangat edukatif. Pengunjung dapat mengikuti workshop membatik yang lengkap. “Mulai dari kita menciplak, mencanting, mewarna, sampai mengecap, dan juga melorod,” Jelasnya
Program ini lebih dari sekadar praktik. “Tidak hanya mendapat ilmu dan juga karya, tetapi juga mendapat wawasan tentang batik,” imbuhnya, termasuk tentang sejarah dan motif-motif batik Ciamis yang unik.
Ajakan Inspiratif: Aktif Menggunakan Batik Jevan menutup pesannya dengan ajakan kepada generasi muda untuk melestarikan budaya dan seni tradisi kita, terutama batik Ciamis.
Ia mengakui proses membatik tidak mudah dan perlu dorongan aksi nyata: “Diharapkan juga untuk pemuda-pemudinya akan terus aktif dengan cara menggunakan pakaian batik, menggunakan fashion batik, atau menggunakan hal apapun tentang batik yang bisa dikampanyekan.”Katanya.
“Jevan Batik menerima kunjungan Senin-Kamis (08.00-15.00) dan Sabtu-Minggu (08.00-16.00), dan kini menjadi tujuan magang bagi mahasiswa dari Sekolah Tinggi Desain Tekstil Bandung dan UPI Tasik,” Pungkasnya.
