Pewarta : Damy

SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Sebuah momen penuh kebanggaan dan keharuan berlangsung di Gedung Negara Sumedang, Jumat (29/8/2025). Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menerima kunjungan istimewa Wakil Bupati Keerom, Provinsi Papua, H. Daud—putra asli Sumedang yang berasal dari Desa Kirisik, Kecamatan Jatinunggal.

Perjalanan hidup Haji Daud menjadi inspirasi. Dari tanah kelahirannya di Sumedang, ia merantau sebagai transmigran ke Papua hingga akhirnya dipercaya masyarakat memegang amanah sebagai Wakil Bupati Kabupaten Keerom. Sebuah bukti nyata bahwa kerja keras, doa, dan pengabdian akan selalu membuahkan hasil terbaik.

Bupati Dony menyampaikan rasa bangga dan bahagianya dapat bertemu langsung dengan sosok pemimpin daerah yang berasal dari Sumedang.
“Alhamdulillah, hari ini saya bersyukur kedatangan tamu istimewa, ada Pak Haji Daud, Wakil Bupati Keerom, Provinsi Papua. Orang Sumedang asli, orang Kirisik yang dianugerahi Allah menjadi pemimpin daerah di Papua. Saya sebagai orang Sumedang tentu bersyukur dan berbahagia, mudah-mudahan ini bisa menjadi kisah inspiratif bahwa putra daerah Sumedang mampu menjadi pemimpin di provinsi lain,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dony juga berbagi pengalaman mengenai inovasi digitalisasi yang tengah dikembangkan Pemkab Sumedang, termasuk pemanfaatan command center yang menyajikan data sebagai dasar pengambilan kebijakan, serta dapat diakses secara terbuka melalui perangkat digital.

Sementara itu, Wabup H. Daud tak kuasa menutupi rasa bahagianya bisa kembali ke tanah kelahiran. “Saya bangga dan bahagia menjadi warga Sumedang. Sejak lahir hingga kuliah, saya dibesarkan di Jawa Barat. Saya berterima kasih kepada masyarakat Sumedang yang tanpa disadari telah mendoakan dan merestui saya hingga bisa menjadi Wakil Bupati di Keerom,” tuturnya.

Beliau juga berharap keberhasilan Sumedang dalam membangun sistem pemerintahan berbasis digital dapat menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi Kabupaten Keerom untuk menyelesaikan berbagai persoalan daerah.”Tutupnya.

Kisah Haji Daud adalah teladan bahwa putra daerah, di manapun berada, tetap mampu berkontribusi dan membawa harum nama kampung halamannya. Dari Sumedang untuk Indonesia, dari Kirisik untuk Papua.