SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir melaunching Pembelajaran Numerasi melalui Learning Management System (LMS) Sumedang Civil Service Academy (SCSA), Senin (26/10/2026). Peluncuran ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam meningkatkan kompetensi, kapasitas, dan kualitas sumber daya manusia Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui pemanfaatan teknologi digital.
Program pembelajaran tersebut diharapkan menjadi bagian dari transformasi pengembangan kompetensi ASN yang lebih modern, fleksibel, dan berkelanjutan. Melalui LMS SCSA, ASN dapat mengakses materi pembelajaran secara lebih mudah sehingga proses peningkatan kapasitas diri dapat dilakukan secara adaptif sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan organisasi pemerintahan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dony menegaskan bahwa transformasi birokrasi harus dimulai dari perubahan pola pikir, budaya kerja, serta komitmen ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurutnya, ASN tidak cukup hanya menjalankan rutinitas pekerjaan, tetapi harus terus mengembangkan kemampuan, meningkatkan profesionalisme, dan memiliki semangat berkompetisi secara sehat untuk menghasilkan kinerja yang semakin berkualitas.
“ASN Sumedang harus berubah dari dilayani menjadi melayani, dari comfort zone ke competitive zone. Perubahan ini bermuara pada peningkatan kompetensi SDM ASN Sumedang,” tegasnya.
Bupati menekankan, perubahan pola pikir tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. ASN dituntut untuk tidak terjebak dalam zona nyaman, melainkan berani melakukan pembaruan, meningkatkan keterampilan, serta menyesuaikan diri dengan dinamika perkembangan zaman.
Peluncuran pembelajaran numerasi berbasis LMS SCSA juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya belajar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Pengembangan kompetensi tidak hanya dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan tatap muka, tetapi juga diperkuat dengan pemanfaatan platform digital yang memungkinkan proses pembelajaran berlangsung lebih praktis dan efisien.
Melalui sistem pembelajaran ini, ASN diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk memperdalam pengetahuan, meningkatkan kemampuan numerasi, serta mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
Kemampuan numerasi menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pelaksanaan tugas ASN, terutama dalam memahami data, melakukan analisis, menyusun perencanaan, serta mengambil keputusan secara tepat dan terukur. Dengan kemampuan tersebut, kebijakan dan program pemerintah diharapkan dapat disusun berdasarkan informasi yang akurat dan kebutuhan nyata masyarakat.
Selain itu, pemanfaatan LMS SCSA diharapkan mampu mendorong ASN agar lebih mandiri dalam belajar, terbiasa memanfaatkan teknologi, serta memiliki kesadaran untuk terus meningkatkan kompetensi tanpa harus menunggu adanya penugasan pelatihan secara konvensional.
Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia aparatur sebagai salah satu fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, inovatif, dan berorientasi pada hasil.
Transformasi digital dalam pembelajaran ASN bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, melainkan membangun ekosistem kerja yang menempatkan peningkatan kompetensi sebagai kebutuhan berkelanjutan. Dengan demikian, ASN diharapkan mampu bekerja lebih profesional, produktif, dan responsif terhadap berbagai tantangan pelayanan publik.
Melalui peluncuran Pembelajaran Numerasi berbasis LMS Sumedang Civil Service Academy ini, Bupati Dony berharap semangat belajar dan bertransformasi semakin tumbuh di kalangan ASN Kabupaten Sumedang.
Peningkatan kualitas aparatur pada akhirnya harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, yakni pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, tepat, dan berkualitas, sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mewujudkan birokrasi yang melayani serta pembangunan daerah yang semakin maju Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir melaunching Pembelajaran Numerasi melalui Learning Management System (LMS) Sumedang Civil Service Academy (SCSA), Senin (26/10/2026). Peluncuran ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam meningkatkan kompetensi, kapasitas, dan kualitas sumber daya manusia Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui pemanfaatan teknologi digital.
Program pembelajaran tersebut diharapkan menjadi bagian dari transformasi pengembangan kompetensi ASN yang lebih modern, fleksibel, dan berkelanjutan. Melalui LMS SCSA, ASN dapat mengakses materi pembelajaran secara lebih mudah sehingga proses peningkatan kapasitas diri dapat dilakukan secara adaptif sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan organisasi pemerintahan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dony menegaskan bahwa transformasi birokrasi harus dimulai dari perubahan pola pikir, budaya kerja, serta komitmen ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurutnya, ASN tidak cukup hanya menjalankan rutinitas pekerjaan, tetapi harus terus mengembangkan kemampuan, meningkatkan profesionalisme, dan memiliki semangat berkompetisi secara sehat untuk menghasilkan kinerja yang semakin berkualitas.
“ASN Sumedang harus berubah dari dilayani menjadi melayani, dari comfort zone ke competitive zone. Perubahan ini bermuara pada peningkatan kompetensi SDM ASN Sumedang,” tegasnya.
Bupati menekankan, perubahan pola pikir tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. ASN dituntut untuk tidak terjebak dalam zona nyaman, melainkan berani melakukan pembaruan, meningkatkan keterampilan, serta menyesuaikan diri dengan dinamika perkembangan zaman.
Peluncuran pembelajaran numerasi berbasis LMS SCSA juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya belajar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Pengembangan kompetensi tidak hanya dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan tatap muka, tetapi juga diperkuat dengan pemanfaatan platform digital yang memungkinkan proses pembelajaran berlangsung lebih praktis dan efisien.
Melalui sistem pembelajaran ini, ASN diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk memperdalam pengetahuan, meningkatkan kemampuan numerasi, serta mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
Kemampuan numerasi menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pelaksanaan tugas ASN, terutama dalam memahami data, melakukan analisis, menyusun perencanaan, serta mengambil keputusan secara tepat dan terukur. Dengan kemampuan tersebut, kebijakan dan program pemerintah diharapkan dapat disusun berdasarkan informasi yang akurat dan kebutuhan nyata masyarakat.
Selain itu, pemanfaatan LMS SCSA diharapkan mampu mendorong ASN agar lebih mandiri dalam belajar, terbiasa memanfaatkan teknologi, serta memiliki kesadaran untuk terus meningkatkan kompetensi tanpa harus menunggu adanya penugasan pelatihan secara konvensional.
Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia aparatur sebagai salah satu fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, inovatif, dan berorientasi pada hasil.
Transformasi digital dalam pembelajaran ASN bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, melainkan membangun ekosistem kerja yang menempatkan peningkatan kompetensi sebagai kebutuhan berkelanjutan. Dengan demikian, ASN diharapkan mampu bekerja lebih profesional, produktif, dan responsif terhadap berbagai tantangan pelayanan publik.
Melalui peluncuran Pembelajaran Numerasi berbasis LMS Sumedang Civil Service Academy ini, Bupati Dony berharap semangat belajar dan bertransformasi semakin tumbuh di kalangan ASN Kabupaten Sumedang.
Peningkatan kualitas aparatur pada akhirnya harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, yakni pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, tepat, dan berkualitas, sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mewujudkan birokrasi yang melayani serta pembangunan daerah yang semakin maju.”Tutupnya.