KAB.GARUT | FOKUSPRIANGAN.ID – Jika biasanya bantuan revitalisasi hanya tambal sulam, tidak di SDN 4 Mandalasari, Kecamatan Kadungora. Sekolah ini sedang bertransformasi total.

Mendapat bantuan Revitalisasi Reguler dari Kemendikdasmen dengan sumber dana APBN, progres pembangunan di minggu ke-8 ini sudah mencapai 44 persen, Kamis (22/10/2026). Angka yang terbilang cepat dan on-track.

Bukan sekadar cat ulang. Yang direhab: 6 ruang kelas, 1 ruang guru, plus bangunan baru UKS dan toilet.

“Rehab paling krusial ada di atap. Hampir semua konstruksi kita ganti baru, terutama 3 kelas yang didak. Itu masuk skala rehab berat,” ujar Plt Kepala Sekolah, Dadang Firmansyah.

Secara regulasi Kemendikdasmen, rehab dibagi dua: ringan dan berat.

Yang terjadi di SDN 4 Mandalasari adalah Rehab Berat. Artinya, tingkat kerusakan struktur sudah di atas 45% – atap lapuk, rangka kayu keropos, dak beton retak. Jika hanya di-rehab ringan, umur bangunan cuma bertahan 2-3 tahun.

Dengan skema rehab berat yang dilakukan sekarang ganti total rangka atap, ganti dak beton, ganti konstruksi utama, usia bangunan bisa kembali ke 20-25 tahun. Ini investasi jangka panjang APBN, bukan sekadar kosmetik.

Dampaknya langsung ke KBM. Selama pembangunan, kegiatan belajar mengajar memang harus mengalah dan dialihkan ke sekolah terdekat. Tapi ini pengorbanan jangka pendek untuk kualitas jangka panjang. Anak-anak tidak lagi belajar di bawah atap yang bocor saat hujan dan panas menyengat saat kemarau.

Sosok di balik lancarnya proyek ini adalah Dadang Firmansyah. Statusnya memang hanya Plt Kepala Sekolah, bukan definitif.

Tapi justru di situ letak ceritanya.

Banyak Plt yang memilih aman, sekadar menjalankan administrasi. Dadang sebaliknya. Ia mengambil peran penuh sebagai manajer proyek, pengawas lapangan, sekaligus penjaga transparansi anggaran.

“Saya sangat berterima kasih atas bantuan ini. Meski status saya bukan definitif, ini amanah. Apalagi saya ditugaskan di sekolah yang dapat bantuan, harus profesional,” kata Dadang dengan rendah hati.

Profesionalisme itu terlihat dari progres 44% yang transparan dan terukur. Ia rutin melaporkan perkembangan, memastikan material sesuai RAB, dan memastikan tidak ada pungli atau mark-up yang sering jadi penyakit proyek pendidikan.

Dadang adalah contoh nyata bahwa kepemimpinan bukan soal jabatan definitif, tapi soal integritas saat diberi kepercayaan.

Revitalisasi SDN 4 Mandalasari bukan hanya membangun 6 kelas baru. Ini sedang membangun harapan baru bagi anak-anak Mandalasari untuk punya sekolah yang layak, sehat, dan membanggakan.

Sekolah bagus, bukan cuma soal gedung megah, tapi soal mentalitas pemimpinnya yang tidak setengah-setengah.