JAKARTA | FOKUSPRIANGAN.ID – Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT) Jakarta Timur menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ekonomi syariah dengan mengikuti rangkaian kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, Kamis (15/10/2026).

Ratusan pengurus dan jamaah majelis taklim yang mewakili 10 kecamatan di wilayah Jakarta Timur berangkat bersama dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta Timur menuju lokasi penyelenggaraan ISEF di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

Keikutsertaan tersebut menjadi salah satu upaya memperluas wawasan keagamaan sekaligus mendorong peran aktif majelis taklim dalam mendukung perkembangan ekonomi syariah di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan FKMT Jakarta Timur mengikuti kajian bertajuk “Ngaji Literasi” dengan tema “Muslim Mindset: Transformasi Diri dan Inovasi Syariah” yang disampaikan oleh Ustaz Muh. Assad, M.Sc.

Kajian ini mengangkat pentingnya membangun pola pikir umat Islam yang terbuka terhadap perubahan, mampu mengikuti perkembangan zaman, serta memahami berbagai peluang ekonomi syariah tanpa meninggalkan nilai-nilai dan prinsip ajaran Islam.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta juga berkesempatan memperdalam pengetahuan mengenai gaya hidup halal, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta optimalisasi keuangan sosial Islam sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah seorang perwakilan FKMT Jakarta Timur menyampaikan bahwa keikutsertaan mereka dalam ISEF 2026 bukan sekadar menghadiri kegiatan berskala nasional, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan di lingkungan majelis taklim masing-masing.

Menurutnya, majelis taklim memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi ruang pemberdayaan umat, tidak hanya dalam bidang ibadah dan dakwah, tetapi juga dalam meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

“Kehadiran kami yang mewakili 10 kecamatan di Jakarta Timur bukan sekadar kunjungan biasa. Melalui kajian Ngaji Literasi, kami berharap memperoleh ilmu dan wawasan yang bisa dibagikan kembali kepada para jamaah.

Majelis taklim diharapkan mampu menjadi bagian dari penguatan ekonomi keluarga yang berlandaskan prinsip syariah,” ungkapnya.

Selain mengikuti kajian, para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengunjungi berbagai stan pameran dalam rangkaian Sharia Fair dan bazar UMKM.

Beragam produk halal dan kreatif menjadi sumber inspirasi bagi para pengurus untuk mengenali peluang usaha yang berpotensi dikembangkan di lingkungan masing-masing.

Pameran tersebut juga memberikan gambaran mengenai perkembangan industri halal, termasuk produk kreatif dan busana muslim yang terus berinovasi mengikuti kebutuhan pasar.

Partisipasi FKMT Jakarta Timur dalam ISEF 2026 diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan program literasi dan pemberdayaan ekonomi di tingkat kecamatan. Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat diteruskan kepada jamaah dan masyarakat luas.

Dengan demikian, majelis taklim berpeluang mengambil peran lebih luas dalam membangun masyarakat yang religius, berpengetahuan, serta mandiri secara ekonomi melalui pengembangan usaha yang sesuai dengan prinsip syariah.