KAB.TASIK | FOKUSPRIANGAN – Prestasi membanggakan diraih Raihana Rahmadina, siswi SMP Negeri 1 Cineam, Kabupaten Tasikmalaya. Ia berhasil menjadi yang terbaik dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Tasikmalaya tahun 2026 pada kategori Nembang Pupuh Sunda.

Keberhasilan tersebut mengantarkan Raihana untuk mewakili Kabupaten Tasikmalaya dalam kompetisi FTBI tingkat Provinsi Jawa Barat. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah sekaligus bukti bahwa generasi muda memiliki potensi besar dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Sunda.

Kepala SMP Negeri 1 Cineam, H. Cecep, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian yang diraih anak didiknya tersebut. Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Raihana yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam kompetisi tersebut.

Menurut H. Cecep, keberhasilan Raihana merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, keberanian, serta semangat dalam mengembangkan bakat, khususnya di bidang seni dan bahasa Sunda.

“Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Raihana, tetapi juga bagi sekolah, para guru, dan seluruh warga SMP Negeri 1 Cineam. Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus menggali potensi diri dan berani mengikuti berbagai kompetisi,” ungkap H. Cecep saat ditemui FokusPriangan Jumat (09/10/26).

Ia berharap Raihana tidak cepat berpuas diri atas prestasi yang telah diraih. Persiapan dan latihan secara konsisten perlu terus dilakukan agar kemampuan dalam melantunkan pupuh semakin matang saat menghadapi persaingan di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Pihak sekolah juga berharap Raihana dapat terus meningkatkan kualitas diri, menjaga semangat belajar, serta menjadi pelajar yang percaya diri, berkarakter baik, dan mampu mengukir prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Di sisi lain, H. Cecep turut memberikan semangat kepada siswa-siswi yang belum berhasil meraih kemenangan dalam perlombaan. Menurutnya, kegagalan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan bagian dari proses pembelajaran untuk menjadi lebih baik.

Ia menegaskan bahwa mengikuti perlombaan merupakan pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan, melatih kedisiplinan, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkan mental kompetitif yang sehat.

“Kami berharap siswa yang belum berhasil tidak berkecil hati. Teruslah berlatih, perbaiki kekurangan, dan tingkatkan kemampuan. Khususnya dalam melantunkan pupuh Sunda, diperlukan ketekunan dan semangat untuk terus belajar. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk meraih hasil yang lebih baik pada kesempatan berikutnya,” pungkasnya.

Prestasi Raihana diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk mencintai bahasa dan budaya daerah. Melalui ajang FTBI, generasi muda tidak hanya berkesempatan meraih prestasi, tetapi juga turut menjaga warisan budaya Sunda agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.