KOTA TASIK | FOKUSPRIANGAN.ID – Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya membuka ruang dialog bersama Pengurus Poros Rakyat dan Mahasiswa Sukapura dalam agenda audiensi yang berlangsung di Ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (11/8/2026).

Audiensi tersebut menjadi momentum bagi kalangan masyarakat dan mahasiswa untuk menyampaikan sejumlah pandangan serta aspirasi terkait berbagai persoalan yang dinilai berkaitan dengan kepentingan pembangunan dan tata kelola pemerintahan di Kota Tasikmalaya.

Pertemuan dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Anang Sapa’at, S.Sos. Dalam suasana dialog, peserta audiensi menyampaikan berbagai masukan yang kemudian menjadi bahan perhatian Komisi III untuk dikaji dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan lembaga legislatif.

Anang mengatakan, keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda dan mahasiswa, merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat.

Ia mengapresiasi kedatangan Poros Rakyat dan Mahasiswa Sukapura yang dinilai telah memberikan kontribusi melalui penyampaian gagasan dan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.

“Kami menyambut baik kehadiran teman-teman dari Poros Rakyat dan Mahasiswa Sukapura. Aspirasi yang disampaikan menjadi catatan bagi kami di Komisi III untuk ditindaklanjuti sesuai fungsi dan kewenangan DPRD, terutama dalam menjalankan fungsi pengawasan dan legislasi,” ujar Anang.

Menurutnya, penyampaian aspirasi secara langsung juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi kontrol sosial sekaligus mendorong terciptanya pemerintahan yang lebih terbuka dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya berkomitmen untuk mencermati setiap persoalan yang disampaikan dalam audiensi serta mendorong koordinasi dengan pihak-pihak terkait apabila diperlukan tindak lanjut.

Audiensi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum penyampaian aspirasi semata. Komunikasi antara DPRD dengan organisasi masyarakat dan mahasiswa diharapkan dapat terus terbangun sehingga partisipasi publik dalam proses pembangunan Kota Tasikmalaya semakin kuat.

Dengan adanya ruang dialog yang terbuka, masyarakat dan mahasiswa memiliki kesempatan untuk turut memberikan masukan sekaligus mengawal berbagai kebijakan yang berdampak terhadap kepentingan warga Kota Tasikmalaya.