KAB.GARUT, FOKUSPRIANGAN.ID – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, kembali menggelar pengajian rutin bulanan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan keimanan umat Islam.
Kegiatan yang berlangsung pada Ahad, 4 Oktober 2026 tersebut digelar di Masjid As-Shohabah, Kampung Babakanloa, Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.
Pengajian rutin ini menghadirkan mubalig dari Majelis Tabligh Muhammadiyah Garut. Kegiatan turut dihadiri jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cibatu, PRM Kertajaya, Pimpinan Cabang Aisyiyah Cibatu, anggota dan simpatisan Muhammadiyah, Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Garut, serta Wakil Ketua PDM Garut, KH. Asep Zakaria, Lc.
Dalam tausiyahnya, KH. Asep Zakaria, Lc., yang juga merupakan anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah Garut, mengajak jamaah untuk senantiasa memiliki harapan terhadap rahmat, ampunan, dan keberkahan dari Allah SWT.
Menurutnya, kehadiran masyarakat dalam majelis ilmu hendaknya dilandasi niat dan harapan untuk memperoleh kebaikan serta kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.
“Kita datang ke sini karena punya harapan. Mudah-mudahan masyarakat yang berada di lingkungan Masjid As-Shohabah mendapatkan rahmat dan magfirah dari Allah SWT. Kita semua memiliki keinginan yang sama, yakni mendapatkan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan umat Islam agar menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang memberikan contoh terbaik bagi umat manusia. “Sebagai seorang muslim, kita harus berperilaku seperti yang telah dicontohkan Rasulullah SAW.
Sesungguhnya pada diri Nabi Muhammad SAW terdapat teladan yang sangat baik,” tuturnya.
Dalam ceramahnya, KH. Asep Zakaria juga menyampaikan kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW ketika masih muda. Ia mengisahkan perjalanan Rasulullah bersama pamannya menuju Syam dan pertemuannya dengan seorang pendeta yang dikenal dengan nama Bukhaira.
Kisah tersebut disampaikan sebagai bagian dari keteladanan dan tanda-tanda kenabian yang terdapat dalam perjalanan hidup Rasulullah SAW.
Lebih lanjut, KH. Asep Zakaria yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT An Nabawi yang bergerak di bidang perjalanan haji dan umrah, menyampaikan bahwa kehidupan berumah tangga dan menjalani kehidupan sehari-hari hendaknya dibangun dengan harapan untuk memperoleh rahmat serta keberkahan dari Allah SWT.
“Ketika seorang ibu menikah dengan seorang bapak, tentu ada harapan dan keinginan untuk membangun kehidupan menjadi lebih baik. Harapan utama kita adalah mendapatkan rahmat Allah, magfirah Allah, serta keberkahan dari Allah SWT,” katanya.
Ia pun berharap seluruh jamaah yang hadir dalam pengajian tersebut memperoleh ketenangan dan ketenteraman hati.
“Insyaallah bapak dan ibu yang hadir dalam pengajian ini akan mendapatkan ketenangan dan ketenteraman. Ketika kita berada di tempat pengajian, kita berharap mendapatkan rahmat Allah.
Saking tenangnya, terkadang sampai tidak terasa tertidur,” ujarnya disambut suasana hangat para jamaah.
Pada bagian akhir tausiyahnya, KH. Asep Zakaria mengingatkan jamaah untuk menjaga suasana rumah agar tetap menjadi tempat yang baik dan penuh keberkahan. Ia juga mengajak umat Islam untuk terus meneladani kehidupan Rasulullah SAW.
“Mari kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini senantiasa mencontoh Nabi Muhammad SAW. Semoga seluruh harapan dan keinginan yang kita panjatkan dikabulkan oleh Allah SWT Yang Maha Kuasa,” pungkasnya.