KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Forum Silaturahmi RT dan RW se-Kabupaten Ciamis kembali menggelar pertemuan sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran RT dan RW dalam pelayanan kepada masyarakat.

Pertemuan yang merupakan agenda keempat tersebut digelar di Saung Sule, Kabupaten Ciamis, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan dihadiri sekitar 50 perwakilan RT dan RW dari berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis.

Ketua Panitia, Muhamad Nasir, mengatakan forum tersebut telah berjalan selama empat tahun dan ke depan akan terus diperkuat, termasuk dalam aspek legalitas organisasi.
“Forum RT RW ini baru empat tahun berjalan. Ke depan, kami ingin memperkuat lagi legalitasnya sebagai Forum RT RW se-Kabupaten Ciamis,” ujar Nasir.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan, termasuk Pemerintah Kabupaten Ciamis. Dukungan tersebut dinilai menjadi motivasi bagi para pengurus RT dan RW untuk terus menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ciamis melalui Asisten Daerah I Kabupaten Ciamis, Rudi, S.E., menyampaikan bahwa tugas RT dan RW merupakan amanah sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, dalam menjalankan tugas di lapangan, RT dan RW tidak jarang menghadapi berbagai persoalan, termasuk perbedaan pendapat maupun keterbatasan dalam menjalankan pelayanan kepada warga.

“Bapak dan Ibu juga memiliki keterbatasan. Tetapi saya berpesan, jangan pernah kehilangan semangat untuk menjalankan tugas dengan sabar, dengan hati yang tulus penuh keikhlasan,” demikian amanat Bupati Ciamis yang disampaikan Rudi.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut yakni pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Desember 2026.
Pada tahap pertama, Pilkades serentak tersebut akan diikuti 40 desa yang tersebar di 22 kecamatan. Pelaksanaan Pilkades akan menggunakan sistem digital dengan perangkat tablet.

Untuk itu, RT dan RW diharapkan turut membantu pemerintah dalam menyosialisasikan mekanisme Pilkades digital kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting agar warga memahami tata cara pemungutan suara dan tidak mengalami kebingungan saat pelaksanaan pencoblosan.

Selain Pilkades digital, persoalan kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian. Pemerintah Kabupaten Ciamis mengapresiasi budaya gotong royong serta Gerakan Jumat Bersih yang selama ini masih kuat di tengah masyarakat.

Namun, budaya menjaga kebersihan diharapkan tidak hanya dilakukan ketika terdapat penilaian atau kegiatan tertentu, melainkan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat.
“Jangan hanya ketika ada penilaian, tetapi kebersihan dijadikan kebiasaan, kebudayaan dan kebutuhan seluruh keluarga masyarakat,” pesannya.

Rudi menegaskan, kemajuan Kabupaten Ciamis tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Partisipasi masyarakat, termasuk RT dan RW, sangat diperlukan karena keduanya menjadi salah satu jembatan komunikasi antara pemerintah desa dengan masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar melalui Kapolsek Cijeungjing AKP Purwanto, S.H., menyampaikan bahwa RT dan RW memiliki posisi strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurutnya, RT dan RW merupakan unsur yang berhubungan langsung dengan masyarakat sehingga memiliki peran penting dalam mendeteksi secara dini potensi gangguan kamtibmas di lingkungan masing-masing.

“RT dan RW merupakan garda terdepan dalam kamtibmas karena berhubungan dan berhadapan langsung dengan masyarakat. Dengan demikian, potensi gangguan kamtibmas dapat dideteksi secara dini,” ungkap Purwanto.

Ia juga menyebutkan, RT dan RW memiliki peran penting sebagai penyampai informasi terkait berbagai program pemerintah kepada masyarakat. Salah satunya mengenai program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sehingga masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan tidak mudah menerima informasi yang keliru.

Selain itu, Purwanto mengimbau para RT dan RW turut memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kalangan anak muda, agar tidak menggunakan knalpot brong. “Kami mengimbau para RT dan RW untuk ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama anak-anak usia muda, agar tidak menggunakan knalpot brong karena melanggar aturan dan sangat mengganggu ketertiban,” katanya.

Terkait kebersihan lingkungan, Purwanto juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan. Terlebih pada musim kemarau, risiko terjadinya kebakaran semakin tinggi.

“Kami melalui Bhabinkamtibmas selalu mengingatkan dan mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah guna menghindari hal-hal yang tidak diharapkan, termasuk musibah kebakaran. Apalagi pada musim kemarau seperti saat ini, potensi kebakaran hutan maupun lingkungan cukup tinggi,” pungkasnya.

Pertemuan Forum Silaturahmi RT dan RW se-Kabupaten Ciamis tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, RT, RW, dan masyarakat dalam menjaga ketertiban, kebersihan, serta mendukung berbagai program pembangunan di Kabupaten Ciamis.