KOTA BANJAR | FOKUSPRIANGAN.ID – UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Banjar, Jawa Barat, tidak ingin program pelatihan keterampilan berhenti sebatas memberikan keahlian kepada peserta. Tahun ini, BLK menargetkan sekitar 80 persen lulusan dapat terserap ke dunia kerja atau mampu melanjutkan ke jalur kewirausahaan.
Kepala UPTD BLK Kota Banjar, Doni Ismaya, S.IP, mengatakan target tersebut menjadi salah satu ukuran keberhasilan pelaksanaan pelatihan. Lulusan tidak hanya diarahkan memperoleh keterampilan, tetapi juga didorong agar memiliki akses menuju pekerjaan maupun mampu mengembangkan usaha mandiri.”Ucapnya Jumat (11/09/26).
“Target tahun ini 80 persen harus ada penempatan kerja,” kata Doni.
Menurutnya, penempatan lulusan dapat dilakukan melalui dua jalur utama, yakni bekerja di industri atau perusahaan serta mengembangkan usaha secara mandiri.
Namun, karena jumlah perusahaan di Kota Banjar terbatas, pihaknya juga memberikan perhatian terhadap pengembangan kewirausahaan bagi para peserta. “Karena di Banjar perusahaan tidak terlalu banyak, kita memprioritaskan supaya lulusan juga bisa berwirausaha,” ujarnya.
Doni menjelaskan, pelatihan yang diselenggarakan UPTD BLK Kota Banjar pada prinsipnya tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Kota Banjar.
Kesempatan tersebut terbuka bagi masyarakat dari luar daerah, bahkan dapat menjangkau peserta dari berbagai wilayah Indonesia sesuai program dan ketentuan yang berlaku.
Peserta terlebih dahulu melakukan pendaftaran dan mengikuti proses seleksi. Mereka yang dinyatakan lolos kemudian mengikuti pelatihan sesuai bidang yang dipilih.
Seluruh proses pelatihan bagi peserta program tersebut tidak dipungut biaya karena anggarannya berasal dari program Kementerian Ketenagakerjaan.
“Pelatihannya gratis. Peserta mendaftar, mengikuti seleksi, kemudian yang lolos dilatih sesuai program,” jelas Doni.
Kejuruan Disesuaikan dengan Ketersediaan Instruktur
Meski kesempatan terbuka luas, Doni menegaskan jenis pelatihan tidak dapat diberikan secara sembarangan. Pelaksanaan pelatihan harus menyesuaikan kejuruan yang tersedia dan terutama keberadaan instruktur yang memiliki kompetensi sesuai bidang yang diajarkan.
Sejumlah bidang keterampilan yang tersedia antara lain otomotif sepeda motor, pertukangan kayu, pembuatan roti dan kue, menjahit serta teknik pendingin atau AC.”Pelaksanaan pelatihan harus disertai dengan keberadaan instruktur yang mengajar di pelatihan tersebut,” katanya.
Menurutnya, keberadaan instruktur menjadi bagian penting karena kualitas pelatihan sangat bergantung pada kompetensi tenaga pengajar yang memberikan materi dan praktik kepada peserta.
BLK Kota Banjar juga tidak menjanjikan bantuan modal maupun peralatan usaha secara otomatis bagi peserta yang memilih jalur kewirausahaan setelah lulus.
Meski demikian, alumni tetap diarahkan dan dipantau agar keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat benar-benar diterapkan setelah mereka keluar dari BLK.
Doni mengatakan, pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan alumni, baik yang memilih bekerja maupun melanjutkan usaha. “Setelah mereka lulus, tetap ada controlling. Kita melihat kelanjutannya, apakah masuk pekerjaan atau melanjutkan di bidang wirausaha,” ungkapnya.
Untuk memastikan informasi pelatihan diketahui masyarakat luas, BLK Kota Banjar melakukan sosialisasi melalui berbagai saluran komunikasi. Informasi pembukaan pelatihan disebarkan melalui grup WhatsApp desa dan kelurahan serta media sosial yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.
Cara tersebut dilakukan agar masyarakat tidak kehilangan kesempatan mengikuti program pelatihan yang dibuka. Terlebih, setiap program memiliki persyaratan dan proses seleksi masing-masing.
Doni menambahkan, sasaran peserta juga menyesuaikan dengan program yang tersedia. Sejumlah program diarahkan kepada lulusan SMA dan SMK, sementara program lainnya memiliki sasaran peserta sesuai ketentuan masing-masing.
Pada pelatihan tertentu, peserta juga dapat memperoleh kesempatan mengikuti pemagangan sebagai bagian dari proses menuju dunia kerja. Dengan target penempatan 80 persen tersebut, BLK Kota Banjar kini dituntut tidak hanya menghasilkan peserta yang terampil, tetapi juga memastikan keterampilan tersebut memiliki keberlanjutan setelah pelatihan selesai.”Pungkasnya.
Sumber Berita:……