Reporter : Nur Azizah
JAKARTA | FOKUSPRIANGAN.ID – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Administrasi Jakarta Timur mengambil langkah progresif dalam menekan kasus perdagangan orang. Melalui Kelompok Kerja (Pokja) I, TP PKK menggelar Pertemuan Rutin sekaligus pelaksanaan Simulasi Keluarga Indonesia Anti Trafiking (KIAT) di Ruang Rapat Pangeran Jayakarta, Kantor Walikota Jakarta Timur, Senin (7/9/2026).
Kegiatan edukatif ini diinisiasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam mendeteksi serta mencegah tindak pidana perdagangan orang (human trafficking). Program ini difokuskan untuk melindungi kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus Pokja I TP PKK tingkat Kota, serta perwakilan pengurus Pokja I dari seluruh Kecamatan dan Kelurahan di wilayah Jakarta Timur.
Kehadiran para kader secara berjenjang ini diharapkan dapat mengalirkan informasi dan edukasi anti-trafficking secara masif hingga ke tingkat Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT).Ketua Pokja I TP PKK Kota Administrasi Jakarta Timur, Susi Susanti, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat krusial untuk membentengi keluarga dari ancaman kejahatan ini. Menurutnya, program KIAT merupakan langkah preventif yang nyata dan aplikatif.
“Melalui Simulasi Keluarga Indonesia Anti Trafiking (KIAT) ini, kita ingin membangun sistem deteksi dini mulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga. Kader PKK di tingkat kecamatan dan kelurahan harus menjadi garda terdepan dalam mengedukasi warga agar tidak ada lagi ruang bagi praktik human trafficking, khususnya di wilayah Jakarta Timur,” ujar Susi Susanti dalam arahannya.
Melalui metode simulasi KIAT, para peserta diajak memahami berbagai modus operandi perdagangan orang secara interaktif dan komunikatif. Metode ini menekankan pentingnya fungsi ketahanan keluarga sebagai benteng utama dalam melindungi anggota keluarga dari ancaman eksploitasi dan kekerasan.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini berjalan dengan tertib, khidmat, dan dipenuhi antusiasme tinggi dari para kader. Seluruh peserta yang hadir menyatakan kesiapannya untuk mengimplementasikan dan menyebarluaskan hasil simulasi ini di lingkungan wilayah mereka masing-masing.