KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Musim kemarau yang melanda dalam beberapa bulan terakhir memicu terjadinya ancaman penyakit.
Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah pasien yang berobat ke RSUD Kawali, Kabupaten Ciamis.
Berdasarkan data yang ada, peningkatan jumlah pasien terjadi sejak Agustus. Bahkan, memasuki September 2026, grafiknya terus naik.
Pasien yang berobat datang dengan berbagai keluhan, mulai dari batuk, pilek, hingga demam.
Hal tersebut diungkapkan Direktur RSUD Kawali, drg. Evie Triyanti, MM.
Evie mengungkapkan, peningkatan jumlah pasien terutama terjadi pada anak-anak.
“Saat ini memang belum terlalu parah. Pasien yang berobat mereka rata-rata mengeluh sakit batuk, pilek, pernapasan dan demam. Tapi memang yang meningkat itu pada anak-anak. Karena mereka masih rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem, awalnya dari kondisi cuaca normal tiba-tiba sekarang panas. Jadi memang terjadi banyak kunjungan (berobat) terjadi peningkatan itu pada anak,” kata Evie.
Meski belum mencapai puncaknya, lonjakan jumlah pasien di RSUD Kawali mengalami tren kenaikan.
Selain cuaca, Dokter Evie menyebut faktor kebersihan juga sangat memengaruhi kondisi kesehatan.
Di samping itu, gaya hidup juga berpengaruh pada kesehatan masyarakat.
“Pola makan dan pola istirahat berpengaruh juga. Pola hidup itu ya seperti kepatuhan mencuci tangan, istirahat yang tidak teratur, kecapekan, dan kebersihan. Kondisi ini kemudian diperparah dengan cuaca ekstrem,” jelasnya.
Untuk mencegah peningkatan ancaman penyakit yang diakibatkan oleh musim kemarau, RSUD Kawali melakukan sejumlah langkah preventif.
Di antaranya dengan melakukan edukasi dan pembinaan kepada posyandu, konseling pasien serta mengadakan program cek kesehatan gratis bagi masyarakat.
Langkah ini diharapkan mampu menekan peningkatan penyakit yang terjadi akibat musim kering.
Tips Mencegah Ancaman Penyakit di Musim Kemarau
Untuk mencegah agar tidak mudah sakit saat musim kemarau, Dokter Evie membagikan beberapa tips.
“Yang pertama menjaga kebersihan. Apalagi sekarang kondisi cuaca sedang ekstrem,” ucapnya.
Masyarakat juga diimbau untuk memperbanyak minum air putih dan menjaga pola makan dengan gizi seimbang.
Selain itu, kebiasaan hidup sehat juga harus ditingkatkan. Di antaranya mencuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar.
“Pola istirahat juga harus cukup. Kemudian, istirahat yang cukup, dan jangan lupa cek kesehatan yang rutin di Puskesmas atau klinik-klinik, supaya ketahuan sejak dini juga ada penyakit,” tuturnya.
“Terus kalau sakit, apalagi anak-anak, segera diperiksa ke dokter, klinik atau fasilitas kesehatan. Jika tidak tertangani, kami RSUD Kawali siap menerima rujukan,” sambung dia.
Evie menambahkan, orang tua harus mengontrol pola makan anak-anaknya termasuk jajanan yang dikonsumsi di sekolah.
“Jajanan juga harus hati-hati, jangan yang terlalu pedas karena itu cepat merangsang penyakit seperti batuk, pilek dan sebagainya,” katanya.
Yang tidak kalah penting, menurut Dokter Evie, masyarakat harus meningkatkan pemahaman terkait kesehatan.”Pungkasnya.
Sumber Berita:……