KAB.GARUT | FOKUSPRIANGAN.ID – Bertempat di Gedung Pendopo Garut, Sabtu, 8 Agustus 2026, telah di gelar acara puncak Milad MUI Ke 51 yang dilaksanakan oleh Pengurus MUI Kabupaten Garut.

Hadir pada acara tersebut KH. Amin Muchyidien Maolani selaku Ketum MUI Garut, HM. Yusup Safari, SPd, M.M.Pd selaku Sekum, dan Para Pengurus dan Para Komisi MUI Kabupaten Garut lain serta para Perwakilan dari MUI Kecamatan yang ada di Kabupaten Garut, Unsur Forkopimda Garut, Prof. Yadi Januari selaku Wakil Ketua MUI Provinsi Jawa Barat.

Acara dimulai dengan pembacaan do’a istighotsah untuk keselamatan bangsa Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan Pembacaan ayat suci alquran, menyanyikan lagu Indonesia, pembacaan do’a, laporan Ketua Panitia, sambutan dari Bupati Garut, sambutan Ketua MUI Garut dan Tausiyah oleh Wakil Ketua MUI Provinsi Jawa Barat. Pengumuman dan pembagian hadiah lomba pidato dakwah digital dan terakhir di tutup dengan poto bersama serta ramah tamah sekaligus makan siang.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana Milad MUI ke 51 di Kabupaten Garut mengatakan, “Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu, berkontribusi dan berpartisipasi sehingga acara Milad bisa berjalan sesuai rencana, sukses tanpa ekses, semoga dibalas oleh Allah SWT dengan yang lebih baik,” tuturnya

Selanjutnya disampaikan oleh Ketua Panitia, “Ada beberapa kegiatan yang telah di gelar untuk menyamakan Milad MUI ke 51 di Garut yaitu Senam Tera Indonesia, Aksi Damai Masyarakat Garut Tolak LGBT oleh PPRA MUI Garut, Lomba Pidato Dakwah Digital dan kegiatan bakti sosial lainnya,” Ungkapnya

“Untuk lomba pidato telah di ikuti oleh 70 peserta tingkat SLTA dan nanti akan diumumkan pemenangnya sekaligus pembagian hadiah, Piagam penghargaan dan Uang Pembinaan,” Pungkasnya.

Sementara itu KH. Amin Muchyidien Maolani selaku Ketua MUI Kabupaten mengatakan, “Kami mengajak semua pihak untuk berkomitmen dalam menegakkan kebenaran dan memberantas kemaksiatan/kemungkaran, ini semua bisa berhasil perlu adanya kolaborasi, kerjasama dan sinergitasnya antara MUI dengan Forkopimda khususon dengan para APH sehingga LGBT, Miras dan Norkoba serta kemaksiatan, kemungkaran di kota Santri Garut bisa diatasi secara bersama-sama,” Imbuhnya.

“Jika suatu negara/daerah ingin mendapatkan keberkahan maka penduduknya harus beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, Hari ini kami melihat negara kita sedang tidak baik-baik saja, kemungkaran, kemaksiatan terjadi bahkan penyakit manusia yang melanggar kodratnya sendiri sudah menjamur baik di pusat, provinsi Jawa Barat dan di Garut itu sendiri, ini semua bisa berhasil kita beras kalau semua pihak berkolaborasi, MUI Siap untuk jaga Ayam nya, tapi Pagarnya harus di jaga bersama oleh para APH jangan sampai bolong sehingga ngencar/keluar ayamnya,” Sahut Kiyai Amin penuh diplomasi.

Lanjut Ketua MUI Garut yang juga sebagai Ketua Dewan Syuro PCNU Garut, “Bangsa Indonesia pada tahun ini memasuki kemerdekaan yang ke 81 tahun, tapi sangat ironis masih banyak rakyatnya yang berada di garis kemiskinan, busung lapar, gizi buruk dan penyakit sampah masyarakat semakin tumbuh di mana-mana, maka tugas para Pengurus MUI yang ada untuk memberikan penjelasan, pencerahan dan peningkatan keimanan, kemudian kami berharap dari pihak pemerintah juga harus memberikan pelayanan yang maksimal, sarana prasarananya dalam peningkatan keimanan tersebut hadir, sebagaimana sabda Nabi SAW, Jika melihat suatu kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu berikan penjelasan, pencerahan, peningkatan iman dengan lisan/ucapan, jika masih tidak mampu, maka bencilah dalam hati dan itu selemah-lemahnya iman,” Ujarnya.

Sementara Prof. Yadi Januari selaku Wakil Ketua MUI Provinsi Jawa Barat dalam thausiyah menguatkan pernyataan dari Ketua MUI Garut, “Kita sepakat untuk menolak LGBT hidup di NKRI, di Jabar saja sudah terindikasi ada 300.000 orang, di Garut katanya 4000 orang, ini memerlukan ketegasan dan keberanian dari pihak Umaro dan Ulama, Ketua MUI itu harus punya sifat berani, katakan yang haq walaupun itu pahit, ini sangat luar biasa Kiyai Amin Muchyidien yang begitu menggelora dalam menyuarakan keberanian, khususon tentang penolakan LGBT, Miras dan Narkoba di Kabupaten Garut,”pungkasnya.