Reporter : Damy
SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menerima kunjungan jajaran Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Barat di Command Center Pusat Pemerintahan Sumedang, Kamis (23/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman terkait transformasi digital yang telah diterapkan Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Dalam kesempatan itu, Bupati Dony memaparkan berbagai inovasi dan aplikasi digital yang dikembangkan Pemkab Sumedang sebagai bagian dari implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Berbagai aplikasi tersebut terintegrasi untuk mendukung proses perencanaan, penganggaran, pelayanan publik, hingga pengambilan keputusan berbasis data secara cepat dan tepat.
Menurut Dony, Command Center menjadi pusat kendali pemerintahan yang mengintegrasikan berbagai informasi strategis dari seluruh perangkat daerah. Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memantau pelaksanaan program pembangunan, mengevaluasi kinerja, serta merespons berbagai persoalan masyarakat secara real time.
“Transformasi digital bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi merupakan upaya membangun budaya kerja yang lebih cepat, tepat, transparan, dan melayani. Seluruh inovasi yang kami bangun diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan,” ujar Dony.
Bupati juga memperkenalkan sejumlah aplikasi unggulan Kabupaten Sumedang, mulai dari sistem perencanaan dan penganggaran, dashboard monitoring pembangunan, layanan administrasi pemerintahan, hingga berbagai aplikasi pelayanan publik yang terhubung melalui Command Center.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Junanto Herdiawan mengapresiasi komitmen Pemkab Sumedang dalam membangun ekosistem pemerintahan berbasis digital. Menurutnya, berbagai inovasi yang dikembangkan menunjukkan kemajuan signifikan dan layak menjadi contoh bagi daerah lain.
“Perkembangan Kabupaten Sumedang sangat luar biasa. Saat ini Sumedang jauh lebih maju, semakin modern, dan transformasi digitalnya sudah berjalan dengan sangat baik. Inilah yang dibutuhkan saat ini, bagaimana pemerintah daerah mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, efektivitas tata kelola pemerintahan, serta mempercepat pembangunan daerah,” katanya.
Junanto menjelaskan, kunjungan Bank Indonesia ke Kabupaten Sumedang bertujuan memperkuat sinergi sekaligus melihat secara langsung berbagai program inovatif yang telah dijalankan pemerintah daerah. Dengan demikian, ke depan diharapkan terjalin kolaborasi yang lebih erat dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kehadiran kami merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Sesuai amanat undang-undang, Bank Indonesia kini memiliki tugas tambahan untuk turut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif, peningkatan investasi, serta mendorong terciptanya lapangan kerja,” jelasnya.
Ia menambahkan, selain menjaga stabilitas nilai rupiah, Bank Indonesia juga memiliki fokus pada pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi daerah. Dalam hal tersebut, Kabupaten Sumedang dinilai telah menunjukkan kinerja yang baik, terutama dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui berbagai langkah strategis.
“Dalam pengendalian inflasi, Kabupaten Sumedang sangat sigap. Pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, termasuk menjaga ketersediaan cadangan pangan sehingga mampu meredam gejolak harga. Ke depan, Bank Indonesia siap memberikan dukungan melalui berbagai program, seperti operasi pasar, penguatan digitalisasi transaksi, serta program-program lain yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
Kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mendorong digitalisasi, menjaga stabilitas ekonomi daerah, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan berdaya saing.