🇰🇦🇧.🇹🇦🇸🇮🇰 |FOKUSPRIANGAN.ID – Ada pemandangan berbeda dalam razia lalu lintas yang digelar Satlantas Polres Tasikmalaya di Perempatan Muktamar Singaparna, Kamis (9/7/2026). Jika biasanya razia identik dengan penindakan dan surat tilang, kali ini para pelanggar ringan justru mendapatkan tausiah dan pembinaan keagamaan sebagai bentuk edukasi.
Dalam kegiatan tersebut, petugas tetap melakukan penindakan terhadap pelanggaran kasat mata. Namun bagi pengendara yang melakukan pelanggaran ringan, seperti tidak memakai helm, lupa membawa surat kendaraan, atau kesalahan administrasi lainnya, mereka tidak langsung diberikan tilang. Para pelanggar diajak mengikuti tausiah yang disampaikan oleh seorang ustad tentang pentingnya menjaga keselamatan saat berkendara.
Salah seorang pengendara, Aminah, mengaku terkejut ketika dihentikan petugas karena sepeda motornya tidak terpasang pelat nomor. Setelah diperiksa, ternyata pelat nomor tersebut tersimpan di bagasi karena kendaraan baru selesai dari bengkel dan belum sempat dipasang.
“Awalnya saya pikir langsung ditilang. Ternyata malah diberi nasihat oleh ustad. Jadi malu sendiri karena melanggar,” ungkapnya.
Para pelanggar ringan dikumpulkan di sebuah ruangan untuk mendengarkan tausiah yang menekankan bahwa keselamatan berkendara bukan sekadar mematuhi aturan, tetapi juga bentuk tanggung jawab dalam menjaga nyawa diri sendiri maupun orang lain. Materi yang disampaikan tidak berfokus pada pasal-pasal lalu lintas, melainkan pada kesadaran bahwa kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan berakibat fatal.
Hal serupa dirasakan Ujang, pengendara yang terjaring razia karena tidak mengenakan helm. Ia mengaku mendapatkan pelajaran berharga dari kegiatan tersebut.
“Saya kira langsung ditilang. Ternyata diberi pemahaman tentang bahaya kecelakaan dan pentingnya memakai helm. Insyaallah ke depan saya akan lebih disiplin,” ujarnya.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya memberikan pembinaan kepada pelanggar. Satlantas Polres Tasikmalaya juga memberikan apresiasi kepada pengendara yang tertib berlalu lintas. Pengendara yang melengkapi surat-surat kendaraan, menggunakan helm, dan memastikan lampu kendaraan berfungsi dengan baik mendapatkan hadiah sederhana berupa segelas teh manis.
Salah satu penerima apresiasi tersebut adalah Aris. Ia mengaku senang karena kedisiplinannya dalam berlalu lintas mendapat perhatian dari petugas.
“Alhamdulillah semua lengkap dan lampu kendaraan juga menyala. Dapat teh manis dari bapak polisi. Terima kasih, ini jadi motivasi untuk tetap tertib,” katanya.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Tasikmalaya, Ipda Dian Mardiana, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan humanis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas.
Menurutnya, penegakan hukum tetap dilakukan, namun untuk pelanggaran ringan pihaknya mengedepankan edukasi dan pembinaan agar masyarakat memahami pentingnya keselamatan dari berbagai sudut pandang, termasuk nilai-nilai keagamaan.
Meski demikian, Satlantas Polres Tasikmalaya tetap bersikap tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lain, seperti penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis dan pelanggaran berat lainnya.
Melalui inovasi “Tilang Ngaji” ini, Satlantas Polres Tasikmalaya berharap kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas tidak hanya tumbuh karena takut terhadap sanksi, tetapi juga lahir dari pemahaman bahwa keselamatan di jalan merupakan kebutuhan dan tanggung jawab bersama.”Pungkasnya.