Reporter : Damy
SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan penerima manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan kewirausahaan bagi ahli waris dan penerima manfaat klaim BPJS Ketenagakerjaan yang digelar bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumedang.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya hadir saat risiko kerja atau musibah terjadi, melainkan menjadi instrumen negara untuk menjaga keberlangsungan hidup dan kesejahteraan keluarga pekerja. Ketika seorang peserta meninggal dunia, baik akibat kecelakaan kerja maupun sakit, manfaat program tidak berhenti pada pemberian santunan semata, tetapi juga menjadi jembatan bagi keluarga yang ditinggalkan untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.
Kepala Cabang Rony setiawan“Setiap peserta yang terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan memiliki harapan bagi keluarganya, Negara hadir memberikan kepastian bahwa anak-anak mereka tidak putus sekolah dan keluarga tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan kehidupan secara layak,” ungkapnya
Ia menjelaskan, risiko kehidupan memang tidak dapat dihindari. Namun melalui perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, keberlanjutan kehidupan keluarga pekerja dapat dipastikan tetap terjaga. Karena itu, sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Kabupaten Sumedang menjadi sangat penting dalam menciptakan perlindungan sekaligus pemberdayaan bagi masyarakat.
Pelatihan kewirausahaan yang diberikan kepada para penerima manfaat klaim merupakan bentuk nyata kolaborasi tersebut. Program ini lahir dari gagasan untuk membantu keluarga penerima santunan agar tidak hanya menerima bantuan finansial, tetapi juga memperoleh keterampilan dan literasi usaha yang dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk membangun usaha mandiri.
“Banyak penerima manfaat yang memiliki keinginan memanfaatkan santunan sebagai modal usaha, membeli peralatan kerja, atau mengembangkan usaha kecil. Namun mereka membutuhkan keterampilan dan pengetahuan agar usaha tersebut dapat berjalan dan berkembang. Karena itu pelatihan ini menjadi sangat penting,” jelasnya.
Menurutnya, pelatihan kewirausahaan bukan sekadar mengajarkan cara mengelola usaha, tetapi juga membangun mental kewirausahaan, keberanian untuk memulai, serta semangat untuk terus belajar dan berkembang. Dengan bekal tersebut, para peserta diharapkan mampu menciptakan usaha yang produktif dan berkelanjutan.
BPJS Ketenagakerjaan meyakini bahwa dari program ini akan lahir pelaku usaha baru yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Seseorang yang hari ini memulai usaha secara mandiri, di masa depan berpotensi mengembangkan bisnisnya hingga mampu mempekerjakan orang lain.
“Kami berharap beberapa tahun ke depan akan tumbuh entrepreneur-entrepreneur baru dari para peserta pelatihan ini. Usaha mereka berkembang, bisnis mereka maju, dan pada akhirnya mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lainnya,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sumedang, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumedang, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Dukungan pemerintah daerah dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan, diharapkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pekerja dan keluarganya di Kabupaten Sumedang, dapat terus meningkat. Program perlindungan sosial tidak hanya menjadi bentuk kehadiran negara saat risiko terjadi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan sejahtera.”Pungkasnya.