SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Kamis (22/10), berlangsung meriah dan penuh keakraban. Lapangan utama mendadak semarak berkat gelaran kaulinan budak lembur (permainan tradisional) yang diinisiasi oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Sumedang.
Kegiatan yang melibatkan para santri dari berbagai pondok pesantren di wilayah Kabupaten Sumedang ini menghadirkan beragam perlombaan tradisional yang menguji kekompakan, di antaranya tarik tambang, bakiak, dan galah (gobak sodor). Suasana kompetitif yang sehat ini berhasil mencairkan suasana dan menghadirkan gelak tawa dari para peserta maupun penonton yang hadir.
Antusiasme tinggi tampak jelas dari semangat para santri yang berjuang bersama timnya. Tarik tambang menuntut kekuatan kolektif, bakiak melatih keselarasan langkah dan komunikasi, sementara permainan galah menguji kelincahan serta strategi cepat di lapangan.
Pengurus KORMI Sumedang, Firman Bagja Nigraha, menjelaskan bahwa kehadiran kaulinan budak lembur merupakan langkah strategis untuk mengenalkan dan melestarikan kembali olahraga rekreasi tradisional kepada generasi muda, khususnya kalangan santri.
”Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak para santri untuk lebih mengenal dan mencintai permainan tradisional sebagai warisan budaya bangsa. Selain menyenangkan, permainan tradisional sarat akan nilai kebersamaan, sportivitas, kekompakan, dan semangat gotong royong,” ujar Firman.
Lebih lanjut, Firman menambahkan bahwa aktivitas fisik berbasis kearifan lokal ini memiliki fungsi ganda: selain menjadi sarana hiburan yang menyegarkan pikiran, permainan tradisional juga efektif mendorong masyarakat untuk aktif bergerak, menjaga kebugaran jasmani, serta membangun interaksi sosial secara langsung.
Di tengah gempuran era digital dan dominasi gawai, KORMI Sumedang menilai pelestarian permainan tradisional menjadi sebuah urgensi agar nilai-nilai luhur budaya lokal tidak tergerus zaman.
Inisiatif ini pun dinilai sejalan dengan semangat Hari Santri 2026 yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Nilai persatuan, kerja sama tim, dan ketangguhan mental yang ditempa melalui arena permainan rakyat ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda santri yang tidak hanya kuat secara rohani, tetapi juga sehat, tangguh, dan berkarakter kuat.
Melalui perhelatan ini, KORMI Sumedang sukses membuktikan bahwa olahraga masyarakat dapat dikemas secara edukatif, menghibur, sekaligus memperkuat akar budaya lokal di tengah momentum kebangsaan.
