KAB.GARUT – | FOKUSPRIANGAN.ID – Anak usia dini bukan cuma butuh pintar baca tulis. Mereka butuh gizi cukup, kesehatan terjaga, dan lingkungan yang aman tanpa kekerasan.

Pesan kuat itu disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Garut, Tinneke Hermina, saat membuka Bimtek PAUD Holistik Integratif (PAUDHI) di Aula Al Musadadiyah, Tarogong Kidul, Kamis (15/10/2026).

“Anak usia dini ini adalah penerus masa depan Garut. Tidak cukup hanya belajar di kelas,” tegas Tinneke di hadapan ratusan Bunda PAUD Kecamatan, Desa, dan pengurus FKG se-Garut.

Menurutnya, inilah esensi PAUDHI. Pendidikan harus jalan bareng dengan pemenuhan gizi, layanan kesehatan, pengasuhan berkualitas, dan perlindungan. Semua sektor harus kolaborasi, tidak bisa jalan sendiri-sendiri.

Tinneke berharap, lewat pendekatan holistik ini, setiap anak di Garut bisa tumbuh sehat, cerdas, ceria, berkarakter, dan siap naik ke jenjang SD.

17 Kecamatan Hadir Lengkap, 155 Lembaga PAUD Bakal Direvitalisasi

Antusiasme luar biasa terlihat. Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Disdik Garut, Iyan Sopiyan, menyebut peserta dari 17 kecamatan hadir 100 persen tanpa absen.

Iyan juga membawa kabar gembira sekaligus pekerjaan rumah. Tahun ini, Garut mendapat kucuran revitalisasi untuk 155 lembaga PAUD dari Kemendikdasmen.

“Tahun 2027 kami sudah usulkan lagi. Kuncinya satu, bapak/ibu siapkan dari sekarang,” kata Iyan.

Syaratnya: sertifikat tanah harus atas nama yayasan/lembaga, bukan pribadi. Dan yang paling krusial, data Dapodik harus jujur sesuai kebutuhan lapangan, mulai dari APE dalam & luar ruangan, rehab gedung, hingga kondisi toilet.

“Jangan sampai butuhnya toilet, yang diinput APE. Nanti programnya gak tepat sasaran,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya tertib RKAS dan Dapodik.”Pungkasnya.