KOTA BANJAR | FOKUSPRIANGAN.ID – Puluhan pelajar bersama orang tua dan tenaga pendidik mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banjar, Jumat (9/10/2026).
Kunjungan tersebut dikemas melalui program Edu Explore yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lebih dekat lingkungan pemasyarakatan sekaligus mempelajari berbagai kegiatan pembinaan warga binaan.
Kegiatan ini diikuti oleh 28 siswa SDN 2 Pataruman, 20 anak dari PAUD Kasih Ibu, serta 30 orang tua siswa. Selama kunjungan, para peserta mendapatkan penjelasan langsung dari petugas mengenai fungsi Lapas, proses pembinaan, hingga beragam aktivitas produktif yang dijalankan di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Tidak hanya menerima penjelasan, para peserta juga diajak berkeliling untuk melihat berbagai fasilitas dan program yang tersedia. Mulai dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), ruang kunjungan, dapur sehat, klinik, ruang kelas pendidikan, masjid, hingga area kegiatan kerja warga binaan.
Peserta turut diperkenalkan dengan program ketahanan pangan yang dikembangkan Lapas Banjar, meliputi peternakan ayam petelur, pertanian cabai, budidaya perikanan, serta perkebunan anggur di area rumah kaca atau greenhouse.
Selain itu, mereka mengunjungi SALIRA (Saung Literasi Edukasi dan Kreativitas), sebuah ruang yang mendukung kegiatan literasi dan pengembangan kreativitas warga binaan.
Suasana kunjungan semakin menarik ketika anak-anak diberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam sejumlah aktivitas. Mereka mencoba memanen telur ayam di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), menanam serta menyiram tanaman cabai, memetik anggur, hingga memanen ikan di area perikanan.
Pengalaman tersebut menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tentang pertanian dan peternakan, tetapi juga dapat melihat bagaimana kegiatan produktif menjadi bagian dari proses pembinaan di Lapas.
Kemeriahan berlanjut saat para peserta menyaksikan penampilan grup musik yang dimainkan oleh warga binaan. Anak-anak tampak antusias menikmati hiburan, bahkan ikut bernyanyi bersama di panggung kreativitas.
Salah seorang siswa SD mengaku senang bisa melihat langsung berbagai aktivitas di dalam Lapas Banjar. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan pengalaman baru karena ia dapat mengetahui bahwa warga binaan juga memiliki kesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan.
Guru SDN 2 Pataruman, Erin, menilai program Edu Explore memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi para siswa. Melalui kunjungan tersebut, anak-anak dapat menyaksikan secara langsung berbagai kegiatan pembinaan yang selama ini mungkin hanya mereka ketahui dari cerita atau pemberitaan.
Menurut Erin, pengalaman itu juga dapat menjadi media pembelajaran untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai sejak dini.
Ia berharap, informasi yang diperoleh selama kunjungan dapat dibagikan kembali kepada masyarakat sehingga pemahaman mengenai kehidupan dan program pembinaan di Lapas semakin terbuka.
Hal senada disampaikan Yanti, salah seorang orang tua siswa yang turut mendampingi anaknya. Ia mengaku mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai berbagai aktivitas positif yang dilakukan warga binaan, mulai dari bidang pendidikan, pertanian, perikanan, hingga kesenian.
Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa proses pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan hukuman, tetapi juga mencakup pembinaan dan pengembangan kemampuan warga binaan.
Sementara itu, Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, menjelaskan bahwa Edu Explore merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan institusi pemasyarakatan dengan masyarakat melalui kegiatan edukatif.
Ia berharap, melalui kunjungan tersebut, para pelajar dapat memahami tugas dan fungsi Lapas secara lebih utuh, termasuk peran pembinaan dalam membantu warga binaan mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Menurut Tutut, Lapas tidak semata-mata menjadi tempat menjalani pidana, tetapi juga menjadi ruang pembinaan yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperbaiki diri, memperoleh pengetahuan, serta mengembangkan keterampilan yang bermanfaat.
Melalui kegiatan ini, Lapas Banjar juga ingin memperkenalkan berbagai program pembinaan yang dilaksanakan secara nyata, termasuk pendidikan, kegiatan kerja, pengembangan kreativitas, pembinaan keagamaan, dan ketahanan pangan.
Pengalaman yang diperoleh para siswa, guru, dan orang tua diharapkan dapat memperluas wawasan masyarakat sekaligus membangun pandangan yang lebih objektif mengenai proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
Lapas Banjar berkomitmen untuk terus membuka ruang edukasi bagi masyarakat serta memperkuat hubungan yang positif dengan berbagai kalangan. Dengan dukungan dan pemahaman masyarakat, proses pembinaan diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan membantu warga binaan mempersiapkan diri untuk kembali berkontribusi secara positif setelah menyelesaikan masa pidana.
Sumber: Humas Lapas Kota Banjar
