KAB.GARUT, FOKUSPRIANGAN.ID — Aksi dugaan pencurian terjadi di TK Aisyiyah 1 Cibatu, Kampung Salam 1, RT 03/RW 05, Desa Cibunar, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. Diduga Pelaku membawa kabur puluhan tabungan milik siswa yang disimpan di ruang kantor sekolah.
Peristiwa tersebut diketahui pada Selasa malam hingga Rabu, 29 September 2026. Aksi pencurian baru diketahui ketika guru hendak membersihkan halaman sekolah dan mendapati pintu dalam kondisi sedikit terbuka serta tidak terkunci.
Kepala TK Aisyiyah 1 Cibatu, Hj. Iis Tuti, S.Pd., mengatakan, kecurigaan semakin kuat ketika seorang siswa hendak menabung dan masuk ke ruang kantor. Saat diperiksa, puluhan tabungan yang biasanya disimpan di atas meja ternyata sudah tidak ada.”Awalnya diketahui ketika guru kami hendak membersihkan halaman sekolah.
Saat itu kaget melihat pintu sedikit terbuka dan tidak terkunci. Kemudian ketika ada siswa yang mau menabung dan masuk ke ruang kantor, ternyata semua tabungan yang biasa disimpan di atas meja sudah hilang,” ujar Iis Tuti.
Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak sekolah memastikan telah terjadi pencurian. Dari sekitar 45 tabungan milik siswa, sekitar 35 tabungan yang sudah berisi uang dibawa kabur oleh pelaku. Sementara sebagian tabungan lainnya masih kosong.
Menurut Iis, berdasarkan kondisi di lokasi, pihak sekolah menduga pelaku masuk melalui bagian belakang sekolah sebelum menuju ruang guru dan ruang kantor.
“Kami menduga pelaku masuk melalui jendela bagian belakang, kemudian masuk ke ruang guru. Karena tidak ada barang yang bisa diambil, pelaku kemudian masuk ke ruang kantor dan mengambil tabungan siswa,” jelasnya.
Meski nilai uang yang hilang diperkirakan lebih dari Rp3 juta, pihak sekolah mengaku sangat prihatin karena uang tersebut merupakan hasil latihan menabung para siswa.
“Kalau jumlahnya mungkin tidak terlalu besar, sekitar Rp3 juta lebih. Anak-anak itu belajar menabung, ada yang setiap hari menyimpan Rp1.000, Rp2.000, sampai Rp5.000. Jadi jumlahnya bervariasi. Kami sangat prihatin karena uang anak-anak hilang dan kami juga tidak sanggup menggantinya. Semoga para orang tua bisa memahami bahwa ini merupakan musibah,” ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, pihak sekolah telah melaporkan kasus pencurian kepada Babinsa serta Polsek Cibatu. Pihak sekolah berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan mengamankan barang bukti maupun uang tabungan para siswa yang masih memungkinkan untuk dikembalikan.
“Kami sudah melaporkan kejadian ini kepada Babinsa dan Polsek Cibatu. Semoga pihak kepolisian dapat mengusut tuntas dan menangkap pelakunya agar ada efek jera. Kami juga berharap uang tabungan anak-anak bisa dikembalikan,” tandas Iis Tuti.
