KOTA TASIK | FOKUSPRIANGAN.ID – Upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan terus dilakukan Kelurahan Sukanagara. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Kepedulian Kebersihan yang dirangkaikan dengan aksi gotong royong membersihkan jalan dan saluran air, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Lurah Sukanagara bersama jajaran perangkat kelurahan. Sejak pukul 07.30 WIB, seluruh peserta berkumpul di halaman kantor kelurahan sebelum bergerak menuju sejumlah titik yang menjadi sasaran kegiatan.

Pembersihan difokuskan pada ruas jalan utama yang menjadi akses vital masyarakat, termasuk bahu jalan, trotoar, serta sejumlah titik yang rawan menjadi lokasi penumpukan sampah liar.

Dengan membawa berbagai peralatan kebersihan, seperti sapu lidi, pengki, karung sampah hingga cangkul kecil, jajaran kelurahan bahu-membahu membersihkan sampah dan material yang menyumbat saluran air.

Namun, kegiatan tersebut tidak sekadar berorientasi pada pembersihan lingkungan. Jajaran Kelurahan Sukanagara juga melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Lurah Sukanagara secara langsung menyapa warga, pedagang, maupun pemilik rumah yang berada di sepanjang jalan untuk mengajak mereka bersama-sama menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, serta kembali menghidupkan budaya gotong royong di lingkungan masing-masing.“Kami hari ini sengaja turun ke jalan bukan sekadar membersihkan, tetapi juga ingin memberikan motivasi dan teladan.

Kebersihan merupakan cerminan budaya warga. Kalau lurah dan perangkatnya mau turun langsung memungut sampah, kami berharap warga juga ikut tergerak,” ujar Lurah Sukanagara.

Dari kegiatan tersebut, sejumlah karung sampah berhasil dikumpulkan. Sampah yang diangkut terdiri dari plastik, daun kering hingga sisa material yang sebelumnya menutupi dan menyumbat saluran air.

Sampah yang telah terkumpul kemudian diangkut menggunakan kendaraan operasional kebersihan menuju tempat pembuangan sementara (TPS) untuk ditangani lebih lanjut.

Selain membersihkan sampah, petugas juga melakukan penataan fasilitas di sepanjang jalan. Baliho yang terlihat miring dirapikan, sementara sisa tanah dan dedaunan yang menutupi trotoar turut dibersihkan agar lingkungan terlihat lebih tertata dan nyaman.

Dalam pelaksanaannya, pendekatan dialogis dan persuasif menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Pesan mengenai pentingnya menjaga kebersihan disampaikan secara humanis sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tanpa harus melalui pendekatan yang bersifat memaksa.

Ke depan, Kelurahan Sukanagara berencana mendorong kembali gerakan Jumat Bersih di setiap RW. Warga juga diajak mulai membiasakan memilah sampah dari rumah dengan memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu.

Edukasi mengenai pengelolaan sampah melalui bank sampah serta pemanfaatan komposter sederhana juga menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti hari ini saja. Ini menjadi pemantik. Minggu depan kami akan mendorong setiap RW memiliki jadwal bersih lingkungan masing-masing. Kalau lingkungan bersih, warga sehat, dan Sukanagara menjadi lebih nyaman untuk semua,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Kelurahan Sukanagara berharap kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dapat tumbuh secara berkelanjutan, sehingga budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.