KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Di tengah kondisi kemarau dan ancaman kekeringan yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian, dukungan terhadap petani terus diperkuat. Sebanyak 37 unit Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) diserahterimakan kepada masyarakat Kabupaten Ciamis melalui aspirasi Dr. Hj. Rina Sa’adah, Lc., M.Si., Anggota Komisi IV DPR RI periode 2024–2029.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Gedung Aula Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis, Senin (21/9/2026).

Bantuan Alsintan tersebut terdiri dari 25 unit pompa air dan 12 unit traktor roda dua, yang diharapkan mampu membantu petani menghadapi berbagai tantangan dalam proses produksi pertanian, khususnya di tengah kondisi musim kemarau.

Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. Hj. Rina Sa’adah, Lc., M.Si., mengatakan bahwa penguatan sektor pertanian merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan pangan, tetapi juga menyangkut bagaimana memastikan proses produksi pangan dapat berjalan secara berkelanjutan, efektif dan efisien.

“Fokus kita adalah ketahanan pangan nasional. Bukan hanya memastikan pangan tersedia, tetapi juga bagaimana produksi pangan dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi para petani,” tuturnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis yang telah membantu proses pendataan dan verifikasi penerima bantuan sehingga penyaluran Alsintan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

“Pendataan dan verifikasi sudah banyak dibantu oleh Bupati Ciamis, sehingga bantuan ini dapat tersalurkan dengan tepat. Mudah-mudahan Alsintan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan mampu meningkatkan produksi pertanian secara lebih efektif dan efisien,” katanya.

Rina Sa’adah juga menyoroti kondisi El Nino dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Menurutnya, bantuan berupa sarana dan mesin pertanian, khususnya pompa air, diharapkan dapat menjadi salah satu penunjang bagi petani dalam menjaga keberlangsungan produksi.

“Saya juga melihat kondisi El Nino atau kekeringan yang melanda di wilayah Jawa. Semoga Alsintan ini dapat sangat bermanfaat. Mari kita berdoa bersama agar kondisi ini dapat segera teratasi dan para petani tetap dapat berproduksi,” ujarnya.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Dr. Hj. Rina Sa’adah terhadap masyarakat Kabupaten Ciamis, khususnya di sektor pertanian.

Menurut Bupati, bantuan tersebut bukan kali pertama diberikan melalui aspirasi Rina Sa’adah. Kehadirannya di Kabupaten Ciamis dalam rangka memberikan dukungan bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian, telah dilakukan beberapa kali.

“Kedatangan Ibu Rina Sa’adah dan bantuan yang diberikan sudah banyak membantu masyarakat Kabupaten Ciamis, khususnya di bidang pertanian. Ini sudah yang ketiga atau keempat kalinya beliau datang ke Ciamis. Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, saya mengucapkan terima kasih,” ungkapnya.

Bupati menilai bantuan pompa air sangat relevan dengan kondisi yang dihadapi petani saat ini. Di tengah musim kemarau, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian.

“Bantuan ini tentu akan kami manfaatkan sebaik-baiknya. Dalam kondisi kemarau seperti sekarang, adanya bantuan pompa air tentu sangat tepat dan dapat dimanfaatkan untuk menopang kebutuhan air bagi pertanian di Kabupaten Ciamis,” kata Herdiat.

Lebih lanjut, Bupati Herdiat mengingatkan bahwa upaya menjaga produktivitas pertanian harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dan keseimbangan alam sebagai bentuk tanggung jawab terhadap generasi yang akan datang.

“Kita tentunya harus meningkatkan kepedulian dalam menjaga kelestarian dan keseimbangan alam. Mari bersama-sama menjaga hutan demi generasi penerus kita. Jangan sampai kita mewariskan kepada anak cucu masalah-masalah yang nantinya justru akan menyulitkan mereka,” tegasnya.

Bupati berharap bantuan Alsintan tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian masyarakat Ciamis.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi pertanian menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan dari pola pertanian konvensional yang masih mengandalkan tenaga manusia menuju pertanian yang lebih modern dan mekanis.

“Semoga ini dapat meningkatkan produktivitas para petani serta mengurangi ketergantungan terhadap tenaga manusia. Para petani juga harus mampu meningkatkan kualitas hasil pertaniannya,” ujarnya.

Herdiat kembali menekankan agar seluruh penerima bantuan dapat memanfaatkan Alsintan secara optimal dan bertanggung jawab.

“Dengan adanya bantuan Alsintan ini, manfaatkanlah sebaik-baiknya. Ini merupakan salah satu upaya transisi dari metode pertanian konvensional atau yang banyak mengandalkan tenaga manusia menjadi tenaga mesin. Harapannya, produktivitas pertanian nantinya semakin meningkat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Ape Ruswandana, dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan yang diserahterimakan merupakan bagian dari dukungan pemerintah dalam meningkatkan mekanisasi pertanian sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.

Total bantuan yang didistribusikan sebanyak 37 unit Alsintan, terdiri dari 25 unit pompa air dan 12 unit traktor roda dua.

Ape berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok penerima sehingga memberikan dampak langsung terhadap efisiensi pengolahan lahan, pengelolaan air, serta peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Ciamis.

Penyaluran Alsintan ini sekaligus menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam memperkuat sektor pertanian serta menjaga keberlanjutan produksi pangan di daerah. (Dede Irwan)