Reporter : Aep Saepudin

BANDUNG | FOKUSPRIANGAN.ID – Ada pribahasa, Jodo Pati Bagja Cilaka Ges Diatur Kunu Maha Kuasa, itulah realita kehidupan manusia di dunia, ada yang senang, susah, bahagia dan menderita, demikian pula dengan musibah yang menimpa kepada manusia, tidak ada yang bisa memprediksi, bisa datang tiba-tiba.

Seperti yang terjadi kepada Bpk. “Jy” yang telah mendapatkan musibah, dimana awal kejadiannya telah dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan modus mengaku-ngaku sebagai petugas kepolisian yang datang malam-malam untuk menangkap si Ade dengan tuduhan sebagai pengedar/memiliki tembakau yang di larang, mereka datang dan mengaku sebagai anggota dari Unit 2 Polda Jabar, tanpa membawa surat tugas dan identitas sebagai anggota Polri yang pada ujung-ujungnya menawarkan Damai dengan meminta sejumlah uang, karena tidak punya uang secara mendadak, akhirnya oknum dari kepolisian tersebut membawa motor, HP dan Dompet sebagai jaminannya.

Demikian hal tersebut disampaikan oleh Elyza Ardilaya (Bidokkes Polda Jabar) melalui sambungan cellurernya, rabu, 29/07/26, Ketika di Konfirmasi tentang Kronologis kejadiannya beliau mengutarakan, “Kejadiannya berawal dari kedatangan 4 orang yang mengaku dari Unit 2 Narkoba Polda Jabar bertamu ke rumah Bpk. JY yang beralamat di Kp. Cisanti Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, pada Minggu malam Senin (26/07), yang 2 orang tersebut langsung masuk kedalam rumah dan langsung memasuki ke kamar Ade untuk menggeledah/mengambil barang bukti yang katanya ada tembakau terlarang, sementara yang 2 orang lagi berjaga-jaga di luar rumah, ketika di tanyakan apa kesalahan anaknya, dia bilang bahwa anaknya di tuduh memiliki narkoba kemudian dikenal bawa masuk ke mobil, tetapi sekitar 15 menit berikutnya, pihak dari polisi tersebut masuk lagi ke rumah dan menawarkan solusi dengan cara Damai asal mau memberikan uang sebanyak 15 juta, tetapi tidak sanggup, kemudian menjanjikan paling bisa besok sekitar 5 juta,” ungkapnya

“Setelah itu karena bpk-nya tidak memiliki uang cash, sebagai bentuk jaminan, pihak oknum polisi tersebut mengambil motor, HP dan Dompet sebagai jaminannya, Akhirnya karena rasa sayang sama anaknya, Bpk. Jy memberikannya Sepeda Motor, HP dan Dompet anaknya, tetapi pada besok harinya setelah saya mendapatkan uang pinjaman, pada saat di hubungi tilpnya, sudah tidak aktif dan tidak bisa dihubungi,” imbuhnya.

Di akhir perbincangan Elyza Ardilaya yang bekerja di Bidokkes Polda Jabar berpesan kepada warga masyarakat agar Waspada terhadap perampasan asset dan perampokan yang mengaku-ngaku dari kepolisian dengan cara :
1. Tanyakan KTA, Identitas dan Surat Tugasnya
2. Segera lapor ke RT/RW atau Tetangga Terdekat
3. Jaga Asset jangan diberikan sembarangan
4. Segera lapor ke Polsek terdekat
5. Giatkan Siskamling di Kampung dan lingkungannya masing-masing.” Paparnya penuh harap.

Hal yang sama dikuatkan langsung oleh Bpk. Jy, yang saat datang ke rumah dr. Elyza Ardilaya, “Betul sekali kejadian tersebut terjadi di rumah saya pada minggu malam senin, mereka langsung kedalam rumah dan masuk ke kamar putra saya, lalu keluar dan bilang anaknya memiliki barang narkoba yang di larang oleh Negara, lalu membawa anaknya ke dalam mobil, tapi beberapa menit kemudian datang lagi dan menawarkan damai dengan cara memberikan uang jaminan 15 juta, karena uang nya belum ada, kemudian sebagai jaminannya pihak oknum polisi tersebut membawa motor, HP dan dompet anak saya, yang di prediksi kerugiannya sekitar 23 juta lebih,” tuturnya

“Untuk itu kami menghimbau kepada warga masyarakat agar berhati-hati dalam menerima tamu yang tidak dikenal dan berharap kepada pihak kepolisian, khususnya Polresta Bandung Soreang dan Polda Jabar agar segera mengusutnya dan menangkap pelaku oknum kepolisian tersebut untuk di proses secara hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Indonesia.” Ujarnya Tegas.