Reporter : Nur Azizah
JAKARTA | FOKUSPRIANGAN.ID – Komisi Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama seluruh Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam di Indonesia resmi menyepakati Deklarasi Nasional Ukhuwah. Dokumen bersejarah ini disahkan dalam acara Silaturahmi Nasional yang berlangsung di Aula BJ Habibie, Gedung BRIN, Jakarta Pusat, Senin malam (29/6/2026).
Deklarasi ini menjadi ikrar bersama umat Islam untuk memperkokoh persatuan, menjaga keutuhan NKRI, dan menolak segala bentuk provokasi pembelah bangsa.
Dokumen ini memuat 10 poin strategis sebagai landasan gerak umat ke depan. Ada dua fondasi utama yang ditegaskan: Ukhuwah Islamiyah: Fondasi utama persatuan umat.vUkhuwah Wathaniyah: Wujud nyata cinta tanah air.
Salah satu poin paling krusial dalam deklarasi ini adalah penolakan tegas terhadap fitnah, hoaks, provokasi, dan ujaran kebencian.Umat Islam bersepakat untuk: Tidak mudah terprovokasi upaya pemecahan belah. Mengutamakan jalan musyawarah dan dialog dalam mencegah konflik. Membangun narasi Islam yang menyejukkan, inklusif, dan rahmatan lil ‘alamin.
Deklarasi ini tidak berhenti pada seremonial, melainkan dirancang sebagai gerakan berkelanjutan (sustainable movement). Ormas-ormas Islam berkomitmen memperkuat kolaborasi nyata pada bidang dakwah, pendidikan, ekonomi, dan pelayanan sosial.Di kancah internasional, deklarasi ini menegaskan solidaritas kuat terhadap isu kemanusiaan global. Umat Islam Indonesia berkomitmen terus menggalang dukungan moral dan material untuk menghentikan genosida di Gaza, Palestina.
Ketua Panitia Silaturahmi Nasional, H. Agus Sudono, S.Pd.I., M.Si., menyatakan bahwa capaian ini adalah respons nyata terhadap tantangan zaman. Pemilihan Gedung BRIN sebagai lokasi acara juga membawa pesan simbolis yang kuat.
“Kami ingin memastikan setiap ormas Islam memiliki peta jalan yang sama dalam merawat kerukunan. Kolaborasi dengan BRIN menjadi simbol bahwa penguatan ukhuwah kini harus didukung oleh data, riset, dan inovasi sosial agar lebih terukur dan berdampak jangka panjang,” ujar Agus.
MUI dan elemen ormas Islam menegaskan peta jalan keberagaman Indonesia: tetap bersatu dalam perbedaan, teguh dalam iman, dan setia pada Pancasila.”Pungkasnya.