Reporter: Dede Irwan
KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Transformasi Posyandu di Kabupaten Ciamis kini memasuki babak baru. Tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, Posyandu kini dituntut menjadi pusat layanan masyarakat yang mencakup enam bidang pelayanan dasar. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan Desa melalui Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Implementasi Transformasi 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan yang diikuti sebanyak 292 peserta, terdiri dari 27 Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa, 258 kader Posyandu desa, dan 7 kader Posyandu kelurahan tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat, menegaskan bahwa transformasi Posyandu merupakan amanat regulasi terbaru yang bertujuan meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
“Posyandu hari ini tidak lagi hanya memberikan pelayanan kesehatan. Kini Posyandu harus mampu menghadirkan enam layanan dasar, yakni bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan bidang sosial,” ungkapnya.
Menurut Hj. Kania, transformasi tersebut memang bukan hal yang mudah. Karena itu, Tim Pembina Posyandu Kabupaten Ciamis telah membentuk tim pembina dari berbagai perangkat daerah (OPD) yang diberi tanggung jawab mendampingi Posyandu di setiap kecamatan.
Ia juga mengapresiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ciamis, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banjar, serta seluruh kader Posyandu yang selama ini menunjukkan dedikasi dan kolaborasi luar biasa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami memahami tantangan yang dihadapi para kader. Karena itu, sinergi lintas sektor terus diperkuat agar Posyandu mampu memberikan pelayanan yang baik dan menyeluruh kepada masyarakat. Saya berharap seluruh peserta dapat menyerap dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh hari ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Posyandu masing-masing,” tuturnya.
Berdasarkan data Tim Pembina Posyandu Kabupaten Ciamis, saat ini terdapat 1.623 Posyandu yang dikelola oleh 12.847 kader yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis. Kehadiran para kader dinilai memiliki peran strategis dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, bebas stunting, dan produktif.
Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Ciamis, Asep Khalid Fajari, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kader Posyandu yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat di desa dan kelurahan.
“Kader Posyandu merupakan salah satu penentu keberhasilan visi Indonesia Emas 2045. Semua itu dimulai dari lahirnya generasi yang sehat, bebas stunting, cerdas, produktif, dan berakhlak mulia,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan peningkatan kapasitas ini merupakan bagian dari tugas pembinaan kelembagaan desa yang diemban DPMD, khususnya dalam memperkuat kelembagaan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan semangat kader dalam memperbarui sistem pelayanan Posyandu berdasarkan regulasi terbaru, sehingga mampu mendukung program konvergensi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Ciamis,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banjar, Tony Hidayat, turut memberikan sosialisasi mengenai program-program BPJS Ketenagakerjaan, termasuk program jaminan pendidikan bagi anak pelajar, sebagai bentuk perlindungan sosial yang diharapkan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Ciamis, BPJS Ketenagakerjaan, dan para kader Posyandu tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui penguatan layanan dasar yang hadir hingga ke tingkat desa.
Dengan transformasi Posyandu 6 SPM, Pemerintah Kabupaten Ciamis optimistis Posyandu akan semakin berperan sebagai pusat pelayanan masyarakat yang adaptif, responsif, dan menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi emas menuju Indonesia Emas 2045.
Penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp. 42.000.000 dari BPJS Ketenagakerjaan kepada masing-masing penerima ahli waris kader Posyandu yang telah meninggal dunia.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp. 42.000.000 dari BPJS Ketenagakerjaan kepada masing-masing penerima ahli waris kader Posyandu yang telah meninggal dunia. Penyerahan santunan tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sosial bagi para kader yang selama ini mengabdikan diri sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di desa dan kelurahan.
Penyerahan santunan ini sekaligus menjadi simbol penghargaan atas dedikasi dan pengabdian para kader Posyandu yang telah mendedikasikan tenaga dan waktunya untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan semangat membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Penulis Berita : Diskominfo Ciamis
Sumber : PortalCiamisKab