Reporter : Nur Azizah

‌🇫‌‌🇴‌‌🇰‌‌🇺‌‌🇸‌ | JAKARTA – Suara takbir bergema syahdu di Masjid Darussaadah, Cipinang Muara, Jakarta Timur. Hari ini, Minggu (28/6/2026), puluhan pelantun adzan terbaik dari berbagai penjuru ibu kota berkumpul untuk berkompetisi sekaligus mempererat silaturahmi dalam Lomba Adzan Se-Provinsi DKI Jakarta.

Acara yang diinisiasi oleh Lembaga Pembinaan Kader Muadzin Bina Insan Kamil (LPKM-BIN) ini digelar dalam momentum sakral menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Mengusung tema “Menyiarkan Syiar Islam, Menjalin Silaturahmi”, gelaran ini bukan sekadar ajang unjuk keindahan suara, melainkan sebuah gerakan konkret untuk menjawab tantangan zaman di era modern.

Di tengah disrupsi digital dan modernisasi kota, LPKM-BIN melihat adanya kebutuhan mendesak akan regenerasi muadzin yang kompeten. Ketua Panitia Penyelenggara menegaskan bahwa esensi adzan jauh melampaui panggilan ibadah visual. Adzan adalah identitas dan syiar Islam yang membutuhkan keahlian khusus.

“Di era modern ini, kita butuh muadzin yang tidak hanya bermodal suara merdu, tapi juga menguasai ilmu tajwid dan fasih dalam pelafalan. Lomba tingkat provinsi ini adalah pijakan kami untuk membina kader-kader muda agar siap memakmurkan masjid-masjid di seluruh Jakarta dengan standar yang baik,” ujarnya di sela-sela pembukaan acara.

Atmosfer Masjid Darussaadah dipenuhi antusiasme tinggi. Para peserta dari berbagai wilayah administratif Jakarta tampak khusyuk mempersiapkan diri. Uniknya, ketegangan kompetisi justru mencair menjadi ruang diskusi dan bertukar ilmu antar-peserta, ulama, dan warga yang hadir.

Perwakilan dari Kelurahan Cipinang Muara, Sukria, memberikan apresiasi tinggi atas pemilihan wilayahnya sebagai pusat syiar kali ini. Ia berharap momentum Tahun Baru Islam 1448 H ini menjadi titik balik lahirnya generasi baru yang relijius di Jakarta.
“Kami sangat bangga Cipinang Muara bisa menjadi saksi lahirnya para kader muadzin berbakat. Semoga lewat acara ini, syiar Islam di Jakarta semakin indah terdengar, dan kota ini diberkahi dengan hadirnya para penyeru shalat yang berkarakter kuat serta beriman kokoh,” tutur Sukria.

Melalui suksesnya gelaran ini, LPKM-BIN optimistis bahwa seni melantunkan adzan yang sesuai kaidah agama akan terus lestari, sekaligus menjadi benteng moral bagi masyarakat urban Jakarta di masa depan.”Pungkasnya.