Reporter : Aep Saepudin

KAB.TASIK | FOKUSPRIANGAN.ID – Bertempat di Pontren At-Tadjid Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu, 27 Juni 2026, telah di gelar kegiatan Pelatihan Jurnalisme Filantropi yang diselenggarakan oleh MPI PP Muhammadiyah selama 2 hari (Sabtu-Minggu, 27-28 Juni 2026).

Hadir dalam acara tersebut Prof. Ir. Wahyu dari PW Muhammadiyah Jawa Barat, Roni Tabroni, Mas Kelik, Mukhtarom, mewakili MPI PP Muhammadiyah, Amin Rais Wakil Ketua PDM Kabupaten Tasikmalaya serta para peserta perwakilan dari MPI Daerah, Perwakilan dari LAZISMU, MDMC dan tamu undangan lainnya.

Roni Tabroni selaku Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah bidang media, menjelaskan tentang maksud dan tujuan di laksanakan Pelatihan Jurnalisme Filantropi dengan thema “Membangun Jurnalisme Berdampak: Menggerakkan Filantropi Melalui Narasi. Dimana pada awalnya KH. Ahmad Dahlan walaupun beliau bukan seorang wartawan tapi peduli dan mau membikin media (Suara Muhammadiyah) untuk melakukan pencerahan, dimana kontennya sangat jauh berbeda dengan media-media lainnya, Suara Muhammadiyah mengedepankan pada pendidikan dan pencerahan serta sebagai sarana dakwah, dimana ada satu potensi di era sekarang tentang bagaimana bisa menjawab persoalan-persoalan sosial, dimana untuk Filantropinya sekarang MPI hadir bersama dengan LAZISMU dan MDMC untuk menjadi warna tersendiri,” Imbuhnya

Kita harus bisa mengawinkan potensi kerelawanan antara Lembaga MDMC, LAZISMU dengan MPI, sehingga setiap event kegiatan sosial yang dilakukan oleh Lazismu dan MDMC bisa terpublikasikan oleh MPI melalui media masa, media elektronik maupun media online/sosial.” ungkapnya.

Lebih lanjut Roni Tabroni menjelaskan tentang Karakteristik Utama dari Jurnalisme Filantropi adalah Berorientasi Sosial, Berbasis Kepada Kepedulian Sosial, Menghubungkan berbagai Pihak dan Mendorong Partisipasi bagi para pembacanya.” Cetusnya

Amin Rais, M.Sos, sekaku Ketua PDM Kabupaten Tasikmalaya, mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada MPI PP Muhammadiyah yang telah memberikan kepercayaan menjadi tuan rumah kegiatan Pelatihan Jurnalisme Filantropi yang dilaksanakan di Pontren At-Tadjid Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya, Mohon maaf belum bisa memberikan yang terbaik dalam pengadaan fasilitas dan tempat kegiatan,” paparnya

“Alhamdulillah berkat kerja keras dari semua pihak, pada tahun 2026 Pontren At-Tadjid telah mendapatkan program revitalisasi dari Kemendikdasmen RI.” pungkasnya

Prof. Ir. Wahyu Utomo, selaku Ketua PW Muhammadiyah Jawa Barat dalam sambutannya mengatakan, “Mengucapkan terimakasih kepada PDM Kabupaten Tasikmalaya yang telah bersedia menjadi tuan rumah kegiatan Pelatihan Jurnalisme Filantropi di Pontren At-Tadjid Muhammadiyah Tasikmalaya.

Selanjutnya Prof. Wahyu menjelaskan bahwa Informasi selalu terus berkembang, dimana yang bisa dimanfaatkan sampai sekarang seperti informasi elektronik, digital dan quantum, dimana tantangan terbesar pada era digital ini yaitu tentang bagaimana membuat berita menjadi ibadah dan mendatangkan kemaslahatan,”ucapnya

Prinsip dasarnya dalam memberikan informasi dan komunikasi terdapat dalam alquran, dalam Al-hujurat ayat 6, “Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepada mu seorang fasik membawa suatu berita, maka telitilah/tabayyun. Untuk itu dalam menerima informasi jangan langsung diterima, tapi dengan kehati-hatian, selalu mengecek fakta dan utamanya harus mampu menumbuhkan keshalehan sosial, dengan menggerakan Filantropi melalui Narasi merupakan terobosan baru dari MPI, yang menyatukan 3 lembaga yang ada di Muhammadiyah yaitu MPI, LAZISMU dan MDMC sehingga menghasilkan suatu karya yang bisa dirasakan, di gerakan, diamalkan dan di gali sumber pendanaan serta di publikasikan melalui media cetak, media elektronik, media online/media sosial,”katanya

Ketika seorang wartawan memberikan informasi dan menulis sebuah cerita akan mendatangkan kebaikan/keshalehan sosial sehingga membuat orang terketuk hatinya untuk memberikan donasi yang dapat menolong orang-orang yang sangat membutuhkan,” ungkapnya

Diakhir pembicaraan Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jawa Barat mengutarakan beberapa prinsip-prinsip jurnalistik modern yang mengandung nilai-nilai sifat kenabian yaitu 1. Selalu memverifikasi informasi (Fact Checking), 2. Membangun Kredibilitas sebelum menyampaikan pesan, 3. Memilih momentum komunikasi, 4. Menggunakan kisah untuk menggerakkan hati, 5. Membangun jaringan penyebaran informasi, 6. Tidak menyebarkan semua informasi, 7. Jurnalisme sebagai penggerak aksi.