Reporter: Dede Irwan

‌🇫‌‌🇴‌‌🇰‌‌🇺‌‌🇸‌ | KAB.CIAMIS – Bagi sebagian anak, hari raya identik dengan kebahagiaan dan kebersamaan keluarga. Namun bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas, perhatian serta kepedulian dari masyarakat menjadi hadiah yang tak ternilai.

Semangat itulah yang hadir dalam kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026 yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis di Aula Kemenag Ciamis, Kamis (25/6/2026).

Pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Kabupaten Ciamis, BAZNAS Kabupaten Ciamis, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), lembaga amil zakat, hingga mitra perbankan.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis, Asep Lukman Hakim, mengatakan Lebaran Yatim merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui Kementerian Agama dalam memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial.

“Anak-anak yatim dan penyandang disabilitas harus merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Ada masyarakat, pemerintah, dan berbagai lembaga yang peduli terhadap masa depan mereka,” ujar Asep.

Pada tahun ini, sebanyak 2.345 anak yatim dan penyandang disabilitas menerima manfaat dari program tersebut. Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan santunan uang tunai yang bersumber dari zakat, infak, sedekah, para mitra dan lembaga sosial.

Sebanyak 259 penerima manfaat menerima santunan secara simbolis di Aula Kemenag Ciamis. Sementara 2.086 penerima lainnya disalurkan melalui Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh kecamatan se-Kabupaten Ciamis pada rentang 1 hingga 10 Muharram 1448 Hijriah.

Dari jumlah tersebut, tercatat 2.066 anak yatim dan 20 penyandang disabilitas menjadi sasaran program yang digelar serentak di berbagai wilayah Kabupaten Ciamis.

Ditempat yang sama Kabag Kesra Setda Ciamis, Anwar menegaskan “Momentum ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan tidak boleh hanya dirasakan sebagian orang. Anak-anak yatim, dhuafa, dan penyandang disabilitas juga berhak merasakan perhatian, kasih sayang, dan kebersamaan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Ciamis terus mendorong penguatan lembaga keagamaan, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan budaya berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah.

Ia berharap program santunan tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi berkembang menjadi program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat.

“Kami ingin anak-anak yatim dan penyandang disabilitas tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berkembang, memiliki keterampilan, dan mencapai kemandirian di masa depan,” ujarnya.