Reporter : Damy
SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir membuka kegiatan Pendampingan dan Pengembangan Ekonomi Desa Berbasis BUMDes melalui Program BUMDes-Hub, Desa Digital, dan Desa Ekspor yang berlangsung di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dalam memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi desa yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Bupati Dony menegaskan bahwa BUMDes memiliki potensi besar untuk menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi desa. Menurutnya, tantangan yang harus dijawab bukan hanya bagaimana mengenali potensi yang dimiliki desa, tetapi bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi produktivitas yang menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“BUMDes harus menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat sekaligus penggerak utama roda perekonomian desa. Potensi pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, maupun sumber daya lainnya harus dikelola secara profesional agar mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar,” ujarnya.
Bupati menjelaskan, keberhasilan BUMDes tidak hanya diukur dari besarnya aset yang dimiliki, tetapi dari sejauh mana keberadaannya mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan warga desa.
Ia juga berharap kegiatan pendampingan tersebut mampu menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat langsung diimplementasikan oleh setiap BUMDes. Menurutnya, setiap kebijakan dan program yang disusun harus berangkat dari kebutuhan masyarakat serta mampu menghadirkan solusi yang tepat terhadap berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.
Lebih lanjut, Bupati Dony menekankan pentingnya membangun kolaborasi melalui pendekatan pentahelix dengan melibatkan akademisi, pelaku usaha, komunitas, kelompok tani, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya. Melalui sinergi tersebut, potensi desa dapat dikembangkan secara optimal tanpa terhambat oleh ego sektoral.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola yang profesional dan akuntabel, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan BUMDes. Menurutnya, transformasi BUMDes menuju desa digital dan desa ekspor merupakan langkah strategis untuk menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang di era ekonomi modern.
“BUMDes harus mampu mengubah harapan menjadi kenyataan melalui peningkatan kompetensi SDM, tata kelola yang transparan berbasis digitalisasi, serta kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan usaha,” tegasnya.
Sebagai upaya percepatan kemajuan desa, Bupati Dony juga mendorong lahirnya BUMDes-BUMDes unggulan yang dapat menjadi percontohan bagi desa lainnya. BUMDes yang telah berhasil diharapkan mampu menjadi pilot project yang dapat direplikasi sehingga kemajuan satu desa dapat menginspirasi dan menggerakkan kemajuan desa-desa lainnya di Kabupaten Sumedang.
Melalui Program BUMDes-Hub, Desa Digital, dan Desa Ekspor, Pemerintah Kabupaten Sumedang optimistis BUMDes akan semakin kuat, adaptif, dan mampu menjadi ujung tombak pembangunan ekonomi desa yang berdaya saing, mandiri, serta siap menembus pasar yang lebih luas hingga tingkat nasional maupun internasional.”Pungkasnya.
#BUMDes #DesaDigital #DesaEkspor #SumedangSimpati #DonyAhmadMunir #EkonomiDesa #PemberdayaanMasyarakat #SumedangMaju