Reporter : Damy
SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan siap bersaing di tingkat internasional kembali ditunjukkan melalui pembukaan Pelatihan Bahasa dan Budaya Pemagangan Jepang yang digelar di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang, Rabu (10/6/2026).
Pelatihan yang dibuka langsung oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir tersebut diikuti oleh 60 peserta terpilih yang telah lolos dari proses seleksi ketat. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mempersiapkan tenaga kerja profesional yang siap mengikuti program pemagangan ke Jepang sekaligus memperluas peluang kerja bagi masyarakat Sumedang di kancah global.
Dalam sambutannya, Bupati Dony menegaskan bahwa keberhasilan bekerja di luar negeri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis semata, tetapi juga oleh kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, serta memahami budaya dan etos kerja negara tujuan.
“Pelatihan ini dibiayai melalui APBD Kabupaten Sumedang dan dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sebanyak 60 peserta akan mendapatkan pembekalan bahasa dan budaya Jepang agar memiliki kemampuan komunikasi yang baik serta etos kerja yang tinggi,” ujar Dony.
Menurutnya, para peserta yang nantinya berangkat ke Jepang harus mampu menjadi representasi terbaik masyarakat Sumedang dengan menunjukkan karakter yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki etika kerja yang baik.
“Saya berharap tenaga kerja asal Sumedang dapat menunjukkan bahwa masyarakat Sumedang memiliki karakter yang jujur, disiplin, beretika, dan beretos kerja tinggi. Pelatihan ini menjadi bekal yang sangat penting untuk meraih kesuksesan di negeri orang,” tuturnya.
Selain memberikan pelatihan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang juga terus berupaya memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin mengikuti program pemagangan ke Jepang. Salah satunya melalui kerja sama dengan perbankan, yakni Bank Sumedang dan Bank BJB, dalam penyediaan fasilitas pembiayaan dengan bunga ringan melalui program Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) maupun Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Dengan dukungan tersebut, diharapkan masyarakat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan diri dan memperoleh pengalaman kerja internasional tanpa terkendala biaya keberangkatan.
Lebih lanjut, Bupati Dony menilai program pemagangan ke Jepang memiliki dampak besar terhadap pembangunan daerah karena mampu membuka peluang kerja, menekan angka pengangguran, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Program ini merupakan salah satu prioritas kami dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran. Selain memperluas kesempatan kerja di dalam negeri, kami juga mendorong akses kerja luar negeri yang legal, aman, dan berkualitas,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang, Taufik Hidayat Slamet, menjelaskan bahwa antusiasme generasi muda Sumedang terhadap program pemagangan ke Jepang sangat tinggi. Dari 201 pendaftar yang mengikuti proses seleksi, hanya 60 peserta yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti pelatihan.
Selama empat bulan, mulai Juni hingga September 2026, para peserta akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan intensif mengenai bahasa Jepang (Nihongo) dan budaya Jepang (Bunka) di lembaga pelatihan kerja yang telah bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang.
Menurut Taufik, penguasaan bahasa dan pemahaman budaya menjadi faktor utama keberhasilan peserta dalam beradaptasi dan bekerja di Jepang. Karena itu, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan etos kerja yang menjadi ciri khas dunia kerja Jepang.
Melalui program ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang berharap lahir generasi muda yang memiliki keterampilan unggul, wawasan global, serta mampu menjadi duta daerah yang membanggakan. Dengan semangat belajar, disiplin, dan kerja keras, para peserta diharapkan dapat membawa nama baik Sumedang sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan pembangunan daerah di masa depan.”tutupnya.