Reporter : Enjang
KAB.SUBANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Kabupaten Subang selama ini dikenal luas sebagai daerah penghasil nanas terbesar di Jawa Barat, bahkan mendapat julukan sebagai Kota Nanas. Namun, keberadaan perkebunan nanas yang menjadi ikon daerah tersebut kini menghadapi tantangan serius. Sejumlah lahan kebun nanas milik warga dilaporkan mengalami penggusuran yang berdampak langsung terhadap kehidupan para petani.
Munculnya dugaan berkurangnya luasan perkebunan nanas memunculkan pertanyaan publik terkait langkah yang akan diambil pemerintah, khususnya Dinas Pertanian Kabupaten Subang, dalam menjaga keberlangsungan komoditas unggulan daerah tersebut. Kondisi ini dinilai tidak hanya mengancam produksi nanas, tetapi juga berpotensi mengurangi kesejahteraan masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor pertanian nanas.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Subang, Nana, menjelaskan bahwa lahan kebun nanas yang saat ini kegusur bukan merupakan bagian dari areal Program Upland Nanas yang berada di bawah pengelolaan Dinas Pertanian. Menurutnya, program tersebut tetap berjalan dan tidak berkaitan dengan aktivitas pembongkaran lahan yang sedang terjadi.”Ucapnya Rabu (03/06/26).
Meski demikian, Nana mengaku prihatin terhadap kondisi yang menimpa para petani. Ia menyebutkan bahwa pengadaan lahan untuk pembibitan tebu diduga telah menyebabkan sejumlah lahan garapan warga dan kebun nanas yang berada di kawasan kelolaan PTPN VIII ikut tergusur. Yang menjadi perhatian, proses penggusuran tersebut disebut berlangsung tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu kepada para pemilik maupun penggarap lahan.
Akibatnya, banyak petani merasa dirugikan karena kehilangan kebun yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian mereka. Selain kehilangan aset pertanian, mereka juga harus menghadapi ketidakpastian ekonomi akibat terhentinya produksi dan hasil panen yang selama ini menopang kebutuhan keluarga.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Jika pengurangan lahan perkebunan nanas terus terjadi tanpa adanya perlindungan dan kebijakan yang berpihak kepada petani, bukan tidak mungkin identitas Kabupaten Subang sebagai daerah penghasil nanas akan semakin tergerus. Oleh karena itu, berbagai pihak berharap adanya langkah konkret dari pemangku kebijakan untuk menjaga keberlangsungan lahan pertanian nanas sekaligus melindungi hak-hak para petani yang selama ini menjadi bagian penting dari perekonomian daerah.