Reporter : Nur Azizah
JAKARTA | FOKUSPRIANGAN.ID – Mengawali Syawal dengan semangat baru, Persaudaraan Muballigh Muballighoh Indonesia (PMMI) Jakarta Timur kembali menggelar pertemuan bulanan sekaligus ajang Halal Bihalal. Kegiatan ini berlangsung khidmat di kediaman Ustazah Hj. Suswati pada Sabtu, 25 April 2026.
Pertemuan rutin ini sempat ditiadakan selama lebih dari satu bulan untuk memberikan keleluasaan bagi para anggota agar fokus menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan. Kini, forum silaturahmi para pendakwah ini kembali dibuka dengan penuh kehangatan.
Acara diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dikhususkan bagi para guru dan pejuang dakwah yang telah mendahului. Alm ketua umum Pmmi KH Tengku zulfikar. KH syamsul Hadi Ahmad, KH Dicky Zulkarnain. KH Ahmadu, Ustadzah Nur Jannah, dan Suparman selaku Humas PMMI.
Suasana terasa syahdu saat lantunan zikir menggema, menandai dimulainya kembali estafet perjuangan dakwah para muballigh di wilayah Jakarta Timur.
Apresiasi dan Pesan Ketua PMMI Jakarta Timur.
Dalam sambutannya, Ketua PMMI Jakarta Timur, Ustazd Fahrul Rozi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh ustadz dan ustazah yang hadir. Beliau menekankan pentingnya menjaga kekompakan pasca-Ramadhan.
“Alhamdulillah, hari ini kita berkumpul kembali dalam keadaan fitrah. Saya ingin menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para guru dan asatidz atas sumbangsih serta dedikasi yang tak terhingga kepada PMMI selama ini. Kita bukan sekadar organisasi, melainkan keluarga besar yang diikat oleh kalimat tauhid,” ujar Ustaz Fahrul Rozi.
Beliau juga menambahkan bahwa tantangan dakwah di masa depan semakin dinamis, sehingga sinergi antar muballigh menjadi kunci utama. “Mari kita jadikan momentum Halal Bihalal ini untuk menyatukan visi. PMMI harus terus menjadi wadah yang saling menguatkan, bukan hanya dalam berbagi ilmu, tapi juga dalam menjaga kemaslahatan umat di Jakarta Timur. Kontribusi nyata Anda semua adalah ruh dari pergerakan ini,” tegasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah, foto bersama dan saling memaafkan (mushafahah). Pertemuan bulanan ini diharapkan dapat terus konsisten menjadi wadah konsolidasi bagi para pendakwah untuk meningkatkan kualitas dakwah yang menyejukkan bagi masyarakat.