Reporter : Damy
SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Suasana hening di Lapas Kelas IIB Sumedang mendadak pecah pada Senin malam. Puluhan personel gabungan dari TNI, Polri, dan BNNK Sumedang bergerak cepat menyisir blok hunian warga binaan. Operasi ini bukan sekadar razia biasa, melainkan bagian dari peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 sekaligus bentuk komitmen nyata dalam memberantas peredaran narkoba dan barang terlarang di lingkungan pemasyarakatan.
Dengan penuh ketelitian, petugas memeriksa setiap sudut kamar. Kasur dibalik, lemari dibongkar, hingga celah-celah sempit tak luput dari penggeledahan. Hasilnya, sejumlah barang yang dilarang ditemukan dan langsung diamankan sebagai barang bukti.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas IIB Sumedang, Boy Naldo Gultom, memimpin langsung jalannya kegiatan tersebut. Di hadapan awak media, ia menunjukkan berbagai barang hasil sitaan, mulai dari korek api, alat cukur, sikat gigi yang telah dimodifikasi, hingga sendok logam.
“Razia gabungan ini kami lakukan bersama TNI, Polri, dan BNN. Barang-barang yang ditemukan jelas tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian,” tegasnya.
Tes Urine Acak: Komitmen Zero Narkoba
Tak berhenti pada penggeledahan fisik, operasi dilanjutkan dengan tes urine acak yang dilakukan oleh BNNK Sumedang. Pemeriksaan ini menyasar tidak hanya warga binaan, tetapi juga petugas Lapas sebagai bentuk transparansi dan komitmen bersama dalam menjaga integritas.
Hasilnya pun cukup melegakan. Seluruh sampel yang diuji menunjukkan hasil negatif, tanpa indikasi penyalahgunaan narkoba.
“Kami pastikan tes urine dilakukan secara random dan hasilnya negatif. Dalam razia kali ini juga tidak ditemukan adanya narkotika,” tambah Boy.
Langkah ini menjadi bukti bahwa pengawasan di Lapas Sumedang tidak bersifat seremonial semata. Razia rutin yang digelar minimal empat kali dalam sebulan menjadi bagian dari strategi pencegahan yang konsisten dan berkelanjutan.
Dengan pengawasan ketat serta sinergi antar aparat penegak hukum, Lapas Sumedang terus berupaya menjaga lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih, dan bebas dari pengaruh narkoba. Ini adalah komitmen bersama untuk menciptakan sistem pembinaan yang berintegritas dan memberikan harapan baru bagi warga binaan dalam menjalani proses pemasyarakatan.”Tutupnya.