Reporter : Damy
SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menghadiri Rapat Koordinasi Perumahan Nasional bersama Maruarar Sirait dan Dedi Mulyadi di Jakarta, Selasa (31/3/2026). Rakor tersebut membahas percepatan program perumahan rakyat, termasuk Bedah Rumah dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Dalam kesempatan itu, Bupati Dony menegaskan bahwa program BSPS di Sumedang tidak hanya berfokus pada perbaikan rumah tidak layak huni, tetapi juga menjadi strategi terpadu dalam pengentasan kemiskinan. Penerima bantuan tidak hanya mendapatkan perbaikan hunian, tetapi juga didorong untuk mandiri melalui dukungan modal usaha serta pemenuhan layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, BPJS, hingga ketenagakerjaan.”Ucapnya.
“Program ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi bagaimana masyarakat bisa bangkit dan mandiri. Sekali dayung, banyak persoalan terselesaikan,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan meluncurkan program besar Bedah Rumah secara nasional pada 13 April mendatang, dengan Jawa Barat sebagai salah satu wilayah prioritas. Program ini merupakan arahan langsung Prabowo Subianto untuk memastikan rumah tidak layak huni menjadi layak huni di seluruh Indonesia.”Ucapnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga menghadirkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan yang menyasar UMKM, kontraktor, hingga toko bangunan dengan bunga rendah sekitar 0,5 persen dan tanpa agunan untuk plafon tertentu. Dalam tiga bulan terakhir, penyaluran KUR perumahan bahkan telah mencapai sekitar Rp10 triliun, menunjukkan dampak nyata dalam menggerakkan perekonomian.
Selain itu, percepatan pembangunan rumah susun juga terus didorong, khususnya di kawasan strategis seperti Bekasi dan Depok, guna menjawab kebutuhan hunian di wilayah perkotaan.”Katanya.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti pentingnya kemudahan akses masyarakat terhadap program bantuan perumahan. Ke depan, akan diluncurkan aplikasi digital yang memungkinkan masyarakat mengusulkan langsung rumah tidak layak huni untuk mendapatkan bantuan secara lebih transparan dan tepat sasaran.
Pemerintah menargetkan peningkatan signifikan jumlah rumah yang diperbaiki secara nasional, dari sekitar 45 ribu unit pada tahun sebelumnya menjadi 400 ribu unit pada tahun ini. Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang pun siap menjadi bagian penting dalam mendorong keberhasilan program tersebut, sekaligus menjadikannya sebagai motor pengentasan kemiskinan di daerah.”Tutupnya.