Reporter : Damy
SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Momentum Ramadan menjadi ruang muhasabah sekaligus evaluasi terbuka bagi Pemerintah Kabupaten Sumedang. Dalam kegiatan Rembug Sumedang yang digelar di Gedung Negara, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, secara lugas memaparkan capaian sekaligus pekerjaan rumah besar yang masih harus dituntaskan setelah satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati. Sabtu (21/02/26).
Di hadapan Forkopimda, pimpinan DPRD, akademisi, kepala perangkat daerah hingga tokoh masyarakat, Bupati Dony menegaskan bahwa kemajuan pembangunan tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri. Evaluasi harus dilakukan secara jujur dan terbuka, terlebih di bulan suci yang sarat nilai introspeksi.
“Setahun ini ada kemajuan yang kita syukuri, tetapi masih banyak yang harus kita benahi. Kami sadar pelayanan belum sempurna,” ujarnya.
Salah satu persoalan utama yang disoroti adalah penanganan kemiskinan. Meski program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi terus digulirkan, pemerintah menyadari masih diperlukan langkah yang lebih konkret dan tepat sasaran agar masyarakat dapat benar-benar mandiri secara ekonomi.
Selain itu, isu stunting juga menjadi perhatian serius. Bupati menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya urusan sektor kesehatan, melainkan tanggung jawab bersama lintas sektor. Intervensi gizi, edukasi keluarga, hingga penguatan layanan kesehatan dasar harus terus diperkuat.
“Stunting bukan hanya urusan kesehatan, tetapi masa depan daerah. Kalau anak-anak kita sehat dan cerdas, maka Sumedang juga akan kuat,” tegasnya.
Persoalan pengangguran dan penciptaan lapangan kerja juga menjadi fokus utama. Pemerintah daerah mendorong peningkatan investasi serta penguatan sektor produktif agar peluang kerja semakin terbuka, khususnya bagi generasi muda Sumedang.
Keluhan masyarakat terkait infrastruktur jalan rusak di sejumlah wilayah pun diakui masih terjadi. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga pertumbuhan ekonomi desa.
“Jalan rusak bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi menyangkut ekonomi masyarakat. Petani membawa hasil panen, anak sekolah berangkat belajar, semuanya membutuhkan akses yang layak,” jelasnya.
Tak hanya itu, pengelolaan lingkungan dan kebersihan kawasan publik turut menjadi sorotan. Pemerintah berkomitmen menjadikan Sumedang sebagai daerah yang bersih, sehat, dan nyaman sebagai cerminan budaya masyarakat dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Di sisi lain, berbagai capaian positif selama satu tahun terakhir disebut menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh. Kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, TNI–Polri, serta masyarakat dinilai semakin menguat.
Dukungan perguruan tinggi seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri dan Universitas Sebelas April turut berkontribusi dalam penguatan tata kelola pemerintahan dan inovasi pelayanan publik. “Kemajuan Sumedang bukan hasil kerja satu orang. Ini kerja bersama, kerja keroyokan semua pihak,” ujarnya.
Berbagai penghargaan dan pengakuan kinerja pemerintah daerah menjadi indikator bahwa reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik mulai menunjukkan hasil.
Digitalisasi layanan dan penguatan koordinasi antar perangkat daerah juga dinilai mampu mempercepat respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. “Kita ingin masyarakat merasakan pelayanan yang cepat, mudah, dan transparan. Pemerintah harus hadir tanpa mempersulit,” tambahnya.
Bupati Dony juga menegaskan bahwa pemerintah tidak alergi terhadap kritik. Masukan masyarakat, termasuk melalui media sosial, dianggap sebagai alarm pengingat agar birokrasi tetap waspada dan bekerja lebih baik.
“Kritik dan saran dari masyarakat adalah energi positif bagi kami. Itu alarm supaya pemerintah tidak lengah. Saya minta ASN jangan baper. Kalau dikritik, jadikan bahan introspeksi,” pungkasnya.
Refleksi satu tahun kepemimpinan ini menjadi penegasan bahwa pembangunan Sumedang bukan sekadar soal capaian, tetapi tentang keberanian mengakui kekurangan dan komitmen memperbaiki. Ramadan pun menjadi momentum untuk memperkuat niat, mempererat kolaborasi, dan mempercepat langkah menuju Sumedang yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.