Reporter : Damy
SUMEDANG | FOKUSPRIANGAN.ID – Peringatan Rajaban Akbar Isra Miraj Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa sholat harus menjadi landasan utama dalam bekerja, bermasyarakat, dan berbangsa.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri kegiatan keagamaan di Pondok Pesantren Internasional Asy Syifa wal Mahmudiyah, Simpang Kecamatan Pamulihan, Minggu (1/2/2026).
Menurut Bupati Dony, peringatan Isra Miraj tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan iman, takwa, serta kualitas akhlak umat Islam.
“Sholat harus mampu membentuk karakter. Nilainya hadir dalam kehidupan sehari-hari, baik di kantor melalui kerja keras dan kejujuran, di pasar dengan berdagang secara jujur, maupun di lingkungan masyarakat dengan saling menghormati,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh jamaah menjadikan peringatan Isra Miraj sebagai sarana muhasabah dan introspeksi diri, khususnya dalam meningkatkan kualitas sholat agar lebih khusyuk, sadar, dan bermakna.
“Sholat yang dilaksanakan dengan kesadaran dan pemahaman yang benar akan mencegah perbuatan dosa dan maksiat, serta melahirkan pribadi yang amanah dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Dony turut menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Asy Syifa wal Mahmudiyah yang dinilai konsisten dalam membina umat, menanamkan nilai keislaman, serta menjadi ruang pemersatu berbagai elemen masyarakat.
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Asy Syifa wal Mahmudiyah, Abuya KH. Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir Almanafi, menyampaikan bahwa Islam adalah agama yang sempurna, suci, dan membawa keberkahan bagi seluruh alam. Ia mengajak umat Islam untuk mengamalkan ajaran Islam secara kaffah serta menyebarkan nilai-nilai kebaikan melalui akhlak mulia dan keteladanan.”Ucapnya.
Kegiatan Rajaban Akbar Isra Miraj Nabi Muhammad SAW ini turut dihadiri Bupati Bandung Barat Dadang Supriatna, para ulama, kiai, habaib, unsur TNI–Polri, aparatur pemerintah, santri, mahasiswa, serta masyarakat umum, dan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan umat, bangsa, dan negara.