KOTA TASIK | FOKUSPRIANGAN.ID – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Dadaha Informatik secara resmi membuka Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) bidang Desain Grafis. Didanai langsung oleh Kementerian Pendidikan, program ini bertujuan menekan angka pengangguran di kalangan anak muda.
Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya menyoroti aturan usia peserta yang dibatasi 17-24 tahun, dinilai kurang efektif menjangkau kelompok Anak Tidak Sekolah (ATS) yang sebenarnya. Pembukaan program berlangsung di Aula LKP Dadaha Informatik, Senin (15/9/2025), dan dihadiri oleh puluhan peserta.
Kabid Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal dan Informal Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Yogi Gum Permana, S.IP., M.Si. menjelaskan bahwa program ini berasal langsung dari kementerian. Ia juga mengeluhkan persyaratan usia yang dinilai kurang optimal.
“Kami menilai persyaratan ini sedikit membatasi kita dalam upaya menekan angka ATS karena menurut data kita dan rekan-rekan di Dinas Kota lain pada saat rapat bersama Kementerian justru mayoritas ATS itu berada di usia diluar dari persyaratan yang diminta Kementerian yakni 17-24 tahun,” ujarnya.
Yogi menambahkan, peran Dinas Pendidikan dalam program ini terbatas pada pemantauan. “Jadi, kami rasa kalau tujuan program ini menekan angka ATS, adanya persyaratan itu menjadikan program ini kurang maksimal dalam menekan angka ATS. Kami berharap pihak kementrian bisa mengkaji ulang kembali terkait adanya persyaratan tersebut,” Tutup yogi
Di sisi lain, inisiatif LKP Dadaha Informatik dalam merealisasikan program ini mendapat pujian. Ketua DPC Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus (HIPKI) Kota Tasikmalaya, sekalKepler Sianturi, S.MG., M.A. mengapresiasi keberhasilan tersebut.
“Karena program ini tujuannya sangat baik dan tentunya keberhasilan LKP Dadaha Informatik dalam merealisasikan program ini bisa di tiru dan di contoh oleh LKP lain yang ada di Kota Tasikmalaya agar kita bisa sama-sama berjuang membantu pemerintah dalam upaya menekan angka ATS, khususnya di Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.
Program ini menjadi harapan baru bagi para peserta untuk mendapatkan keahlian di industri kreatif.