Pewarta : Nadia.FA.Saragih
KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Zakat selama ini sering kita pandang sebagai urusan pusat. Namun, bagi BAZNAS Ciamis, zakat adalah kekuatan lokal yang langsung menyentuh masyarakat desa. Konsep inovatif ini tak hanya berhasil di Ciamis, tetapi juga menginspirasi seluruh Indonesia.
Keberhasilan ini terungkap saat Ketua BAZNAS Ciamis, Drs. H. Lili Miftah,M.B.A,. Ia menjelaskan, BAZNAS Pusat bahkan telah mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan seluruh desa di Indonesia memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Ia mengungkapkan, “Konsep kami sederhana, yakni menciptakan ekosistem desa mandiri, kami tidak hanya mengumpulkan, tapi memastikan dana itu kembali ke masyarakat. Dengan UPZ, masalah di desa bisa selesai di desa itu sendiri, tanpa harus menunggu uluran tangan dari luar.”Ucapnya pada awak media Senin (01/09/25)
“Zakat, Solusi Cepat untuk Masalah di Sekitar Kita”
Drs.H.Lili menjelaskan, “UPZ di Ciamis berfungsi layaknya “kotak P3K” untuk masalah sosial. Jika ada warga yang mengalami kelaparan, rumahnya tak layak huni, atau butuh biaya berobat, UPZ bisa langsung bergerak, Dengan Proses yang terbilang cepat, tanpa birokrasi yang berbelit. Semua dana yang terkumpul mereka kelola secara transparan, sesuai dengan lima program utama BAZNAS Ciamis: Ciamis Peduli, Ciamis Sejahtera, Ciamis Cerdas, Ciamis Sehat, dan Ciamis Agamis,”katanya
“Jabat Tangan BAZNAS dan Bank: Terobosan Berani untuk Ekonomi Umat”
Zakat memang bisa membantu saat darurat, tapi bagaimana jika ada warga yang butuh modal usaha besar? BAZNAS Ciamis punya jawaban unik. Mereka berkolaborasi dengan lembaga keuangan besar seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Koperasi Merah Putih.
“Kami bukan bank, kami tidak bisa memberikan pinjaman besar,” jelasnya
“Tapi kami bisa jadi jembatan. UPZ akan membina kelompok-kelompok usaha kecil, dan BSI atau Koperasi yang akan menyalurkan pinjaman modal. Dengan cara ini, dana zakat kita jadi lebih kuat, dan pengusaha kecil juga lebih aman karena ada pendampingan Langsung.”Ujarnya
Model ini kini sedang dalam tahap uji coba di Ciamis, dan hasilnya akan menjadi panduan untuk skala nasional.
“Menuju Kesejahteraan Umat dengan Zakat Produktif”
Di akhir pertemuan, Drs.H.Lili meninggalkan satu kalimat yang sangat menggugah. Ia berharap zakat tidak hanya berputar di kalangan orang kaya. “Ada hak orang lain di sana, dan kita harus pastikan hak itu sampai ke tangan yang berhak,” ujarnya penuh makna.
“Ungkapan ini bukan sekadar retorika, melainkan cerminan dari visi dan misi BAZNAS itu sendiri: Menjadi Lembaga Utama yang Menyejahterakan Umat. Melalui berbagai program inovatif, BAZNAS Ciamis membuktikan bahwa zakat, infak, dan sedekah adalah instrumen ampuh untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial, sekaligus membangun ekonomi yang mandiri dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.”Pungkasnya