Pewarta: Dede Irwan
KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Upaya mewujudkan ketahanan pangan terus dilakukan di wilayah Ciamis JawaBarat, khususnya di Cisadap Kecamatan Ciamis. Minimnya aliran air dan serangan hama yang kerap merusak tanaman padi membuat sebagian petani enggan mengolah lahannya. diharapkan menjadi salah satu lumbung pangan bagi Kabupaten Ciamis.
“Talas lebih tahan terhadap hama, termasuk tikus, dan cocok ditanam di daerah dengan pasokan air terbatas,” jelas Bah Supri sebagai ketua Gapoktan Desa Cisadap dalam kegiatan panen perdana yang digelar pada Sabtu (9/8/2025).
“Talas adalah tanaman herba tropis. Satu pohon bisa menghasilkan 3–4 kilogram dengan harga jual sekitar Rp7.000 per kilogram. Selain itu, masa tanamnya relatif singkat, hanya sekitar enam bulan,” paparnya.
Perawatan talas juga terbilang mudah, cukup dipupuk satu kali dengan pupuk ZA dan Eco Parming selama masa pertumbuhan.
Dalam panen perdana tersebut, sebanyak 5.000 bibit talas, Bah Supri, berharap pembagian bibit ini mampu mengurangi jumlah lahan yang tidak digarap.
“Target kami, dalam tiga tahun ke depan tidak ada lagi lahan yang dibiarkan nganggur,” ungkap Bah Supri.
Talas, atau dikenal juga sebagai keladi atau kimpu, kaya akan nutrisi. Umbi ini mengandung karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral, serta dikenal baik untuk kesehatan. Kandungan kaliumnya membantu menjaga tekanan darah tetap stabil, mengurangi risiko hipertensi, Diabetes, dan mendukung kesehatan jantung.
Dengan nilai ekonomi dan manfaat kesehatan yang menjanjikan, talas diharapkan menjadi komoditas alternatif unggulan dalam mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Ciamis.”Pungkas Bah Supri.