Pewarta : Nadia.FA.Saragih
KOTA TASIK | FOKUSPRIANGAN.ID – Polsek Tamansari bersama ACB Pupuk Khasiba sukses melakukan penanaman jagung hibrida serentak, sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional “ASTACITA” Presiden Prabowo. Inisiatif ini memperkuat sinergi kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dalam pertanian, demi kemandirian pangan di Tasikmalaya, (2/3/2025)
Acara penanaman jagung ini dihadiri oleh Kapolsek Tamansari, IPTU Nuraeni, Kepala BPP Cibeureum Asep, perwakilan Bulog, Ferry selaku Founder ACB Pupuk Khasiba, dan beragam kelompok tani, termasuk Kelompok Tani Mekar Sari.
Kapolsek Tamansari, AKP.Nuraeni, mengungkapkan kebanggaannya atas kolaborasi ini. “Tujuan kami adalah meningkatkan intensifikasi pertanian, khususnya komoditas jagung, yang sejalan dengan amanah dari Bapak Presiden Prabowo dalam mendukung program ASTACITA,” jelasnya.
“Polisi diberi mandat untuk menjadi penggerak dan pendamping bagi kelompok tani, agar dapat meningkatkan swasembada pangan, khususnya di sektor jagung.” Katanya
Tingginya antusiasme masyarakat dalam menanam jagung terlihat jelas. Dengan adanya stimulus dan kerja sama dari Polsek Tamansari dan ACB sebagai foundation, ketersediaan pangan khususnya jagung di Tasikmalaya diharapkan akan melimpah.
Ferry, Founder ACB Pupuk Khasiba, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menempatkan Tasikmalaya sebagai pusat pengembangan pertanian.
Ia menjelaskan bahwa Pupuk Khasiba, yang terbuat dari limbah organik, kaya akan nutrisi penting untuk pertumbuhan dan hasil panen. “Kami berharap produk ini dapat menjadi solusi atas kelangkaan pupuk dan berkontribusi membantu petani sebagai bagian dari program CSR perusahan kami,” kata Ferry.
Asep, Kepala BPP Cibeureum, menyambut baik kolaborasi ini, mengapresiasi sinergi antara Polsek Tamansari, Bulog, dan ACB Pupuk Khasiba. Ia mengungkapkan bahwa di wilayah BPP Ciburum, terdapat 12 kelompok pengembang jagung di empat kelurahan.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Polsek Tamansari, Bulog, dan pihak lain. Ini semoga membantu petani meningkatkan pendapatan,” tambah Asep.
Meskipun saat ini dinas dan BPP hanya menyediakan benih, sementara pupuk masih menjadi swadaya petani, kolaborasi dengan ACB Pupuk Khasiba diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan hasil dan produksi jagung.
Program pengembangan jagung ini diharapkan akan terus berlanjut ke depannya. Kehadiran Bulog juga memberikan harapan baru bagi petani, karena dapat memfasilitasi pemasaran langsung, memutus jalur distribusi panjang, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani.