Pewarta : Nadia FA.Saragih
KAB.CIAMIS | FOKUSPRIANGAN.ID – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Ciamis menggelar advokasi dan sosialisasi imunisasi nasional berfokus pada penurunan angka anak dengan (zero dose) anak yang belum pernah menerima imunisasi dasar, dalam upaya pencegahan penyakit di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis, Bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis. Pada Selasa (08/06/2025)
Angka anak dengan zero dose masih jadi tantangan besar di banyak daerah, termasuk Ciamis. Kondisi tersebut melatarbelakangi inisiasi kegiatan oleh PDA Ciamis untuk menggalakkan imunisasi menuju Indoensia sehat.
Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Ciamis, Nunung Aeni Nurazizah menyatakan. Sebagai organisasi perempuan Islam yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan, program advokasi dan sosialisasi ini adalah wujud nyata kepedulian kami untuk mencapai target zero dose di Ciamis, agar tidak ada lagi anak yang tertinggal dari perlindungan imunisasi.”ujarnya
PDA Ciamis, membekali mereka dengan pelatihan mendalam mengenai imunisasi dan keterampilan komunikasi efektif. Pembekalan ini menjadi kunci agar kader mampu meyakinkan masyarakat tentang urgensi imunisasi.
“Sebagai langkah awal, kami membekali kader di lima kecamatan dengan cakupan imunisasi terendah. Ini adalah upaya kami memperluas jangkauan imunisasi di Ciamis, mengingat posisi kami yang masih rendah di Jawa Barat,” jelas Nunung, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Ciamis.
Lebih lanjut Nunung menegaskan. “Perluasan akses dan optimalisasi program imunisasi ini dipastikan melalui penguatan inisiatif oleh kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, Khususnya Bapak Bupati, Selain itu, kami juga melibatkan PKK dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, Kepala Puskesmas, Camat, dan Kepala Desa di lima kecamatan.” katanya
Susi Wartini, Kepala Divisi Kesehatan PDA Ciamis, menambahkan mengenai program imunisasi Aisyiyah Kabupaten Ciamis. “Setiap kader Aisyiyah ditugaskan untuk mengedukasi 31 anak yang belum pernah diimunisasi di desanya masing-masing. Dari jumlah tersebut, targetnya adalah 18 anak dapat diimunisasi hingga Oktober mendatang.” Ujarnya.
Susi Wartini melanjutkan, mengakui adanya hambatan besar. “Salah satu hambatan terbesar dalam imunisasi sebelumnya adalah keyakinan orang tua bahwa anak merasa tidak memerlukan imunisasi dan melarang imunisasi,” jelasnya.
Namun, Susi optimistis dengan peran Aisyiyah. “Aisyiyah, dengan latar belakang keagamaan yang kuat, diharapkan dapat membongkar pandangan tersebut melalui pendekatan agama, meyakinkan masyarakat bahwa imunisasi sejalan dengan nilai-nilai kesehatan dalam Islam.
Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Ciamis mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua, untuk proaktif membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi sesuai jadwal yang dianjurkan.
Mari bersama-sama wujudkan Ciamis yang sehat, bebas dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.”Tutupnya.