Foto: Camat Kadungora Saat di Wawancara

Reporter : T.Abdul Fattah

KAB.GARUT | FOKUSPRIANGAN.ID – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk sementara dihentikan operasionalnya. Keputusan tersebut diambil setelah ditemukan lokasi dapur yang berdekatan dengan kandang ayam dan kandang bebek sehingga berpotensi mengganggu standar kebersihan.

Camat Kadungora, Mohamad Badar Hamid, mengatakan pihaknya telah melakukan kunjungan dan verifikasi lapangan setelah menerima informasi terkait keberadaan dapur SPPG yang berada persis di samping kandang ternak di Desa Mekarbakti.

“Kami melakukan visitasi dan memang benar SPPG ini sangat berdekatan dengan kandang ayam bahkan kandang bebek. Kami juga melihat langsung kondisi di dalam dapur dan memang ada dampak dari kedekatan tersebut,” ujar Badar, Jum’at (29/5/2026).

Menurutnya, salah satu dampak yang ditemukan adalah banyaknya lalat yang masuk ke area dapur sehingga dapat memengaruhi aspek higienitas dalam proses penyediaan makanan.

“Memang ada lalat yang masuk cukup banyak ke dalam dapur. Meskipun demikian, alhamdulillah sampai saat ini tidak ada kasus keracunan. Namun kondisi tersebut tetap menjadi perhatian serius kami,” katanya.

Atas temuan tersebut, pihak Kecamatan Kadungora telah berkoordinasi dengan Kepala Pokja Kecamatan Badan Gizi Nasional (BGN) serta mengirimkan surat rekomendasi kepada pihak terkait agar operasional dapur dihentikan sementara.

“Kami sudah membuat rekomendasi kepada pihak yang berwenang dan alhamdulillah saat ini SPPG tersebut sudah disuspend atau dihentikan sementara operasionalnya,” ungkapnya.

Badar menjelaskan terdapat dua opsi yang saat ini sedang dipertimbangkan untuk penyelesaian persoalan tersebut. Pertama, memindahkan lokasi dapur ke tempat yang lebih layak. Kedua, menghilangkan atau memindahkan kandang ternak yang berada di sekitar dapur.

“Solusi terbaiknya nanti apakah dapurnya dipindah atau kandangnya yang dieliminasi. Yang jelas sampai ada solusi, operasional masih dihentikan sementara,” tegasnya.

Ia menambahkan, selama masa penghentian sementara, dapur SPPG ini belum diizinkan kembali beroperasi.

Terkait pengawasan, Badar menjelaskan bahwa Satgas MBG di tingkat kecamatan saat ini belum dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan maupun penentuan lokasi dapur SPPG.

“Kami lebih difungsikan saat dapur sudah operasional, terutama dalam pengoordinasian penerima manfaat. Untuk tahap perencanaan dan penetapan titik, sementara ini kami belum dilibatkan,” jelasnya.

Badar juga mengungkapkan bahwa informasi mengenai kondisi dapur tersebut sebenarnya sudah disampaikan lebih awal oleh Kepala Pokja Kecamatan BGN. Bahkan, usulan untuk melakukan peninjauan dan penghentian sementara telah disampaikan sebelum persoalan ini ramai menjadi perhatian publik.

“Kami sudah menerima informasi dari Kapokcam dan memang sudah ada usulan jauh-jauh hari agar dilakukan peninjauan. Namun tindak lanjut baru bisa dilakukan beberapa waktu lalu hingga akhirnya keluar rekomendasi penghentian sementara,” katanya.

Berdasarkan surat yang diterima pihak kecamatan, rekomendasi penghentian sementara terhadap operasional SPPG Mekar Bakti tercatat tertanggal 15 April 2026.

Meski demikian, Camat mengaku tidak dapat memastikan secara pasti kapan tanggal efektif penghentian operasional dilakukan. Namun sejak rekomendasi tersebut diterbitkan, aktivitas dapur diketahui telah dihentikan sambil menunggu solusi permanen terkait lokasi yang dinilai tidak memenuhi standar kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Hal serupa juga disampaikan oleh VIC dapur MBG Mekarbakti, ia menyebutkan jika dapur tersebut sudah berhenti beroperasi sejak sabtu kemarin semenjak menerima surat pemberhentian namun menurutnya surat pemberhentian tersebut bisa di bilang terlambat karena ternyata surat itu di kirim pada awal bulan April dan di terima akhir bulan mei.

“Saat ini sudah tutup tidak lagi beroperasi sejak sabtu kemarin, hanya saja ada yang janggal terkait pengiriman surat tersebut karena ternyata surat itu di kirim awal bulan April tapi kami baru menerima kemarin, makanya selama belum dapat surat pemberhentian itu kami beroperasi seperti biasa baru setelah menerima surat pemberhentian dapur langsung tutup”, ungkapnya.