Api Neraka Tidak Harus Kita Lihat di Akherat Kelak

0

Penulis: Ambu Rita Laraswati (Penulis, Pelukis, Budayawan)

Dalam kehidupan kita sering mendengar kata “Api Neraka”, terasa panas merah menyala dan mengerikan. Dapat kita bayangkan jika kita masuk api neraka akan seperti apa rasanya terkena percikan api saja kita sudah merasa panas dan hitam lebam.

Pengertian dan makna api neraka bermacam pendapat baik secara keterangan tersirat dan tersurat. Mengenai pemahaman tentang api neraka semoga saja menambah iman kita dan kita terhindar dari api neraka.

Api neraka ada dimana?. Dalam riwayat Ibnu Abbas neraka berada di perut bumi dan di atas bumi. Apakah gunung- gunung berapi itu adalah tempatnya api neraka? Jika kita cermati secara logika, kenyataan dan fakta gunung meletus mengeluarkan lahar panas dan semburan api. Panas api neraka di katakan di panaskan selama seribu tahun, sampai merah, lalu di panaskan lagi selama seribu tahun, lalu di panaskan lagi selama seribu tahun sampai memutih, lalu di panaskan lagi seribu tahun hingga menghitam seperti malam yang gelap gulita. Hal ini dapat kita jabarkan makna tersirat nya bahwa api neraka ini adalah tempat manusia dan mahluk lain yang mereka hidup dalam kegelapan pikiran dan hati, manusia yang tidak mendapatkan pancaran cahaya Tuhan, mereka terbakar berkali- kali dalam hidup hingga hati mereka gelap gulita.
Semoga kita tidak tergolong dalam mahluk Tuhan yang di liputi amarah nafsu membara dan membawa kita pada hidup dalam panasnya api neraka. Dapat kita artikan api neraka ada pada diri kita sendiri, secara tersirat dapat kita lihat api merah menyala dan lahar panas yang keluar dari letusan gunung berapi.

Siapa saja yang akan masuk dalam api neraka? ” Sungguh, Orang-orang yang mendatangkan cobaan berupa bencana, membunuh, menyiksa kepada orang mukmin laki-laki dan perempuan laku mereka tidak bertobat, maka mereka akan mendapat azab neraka yang membakar ( Al Buruj ayat 10 ).

Baca Juga  Untuk di Otopsi Jenazah Pelajar MAN 1 Cibadak di Bawa Ke RS Polri Keramatjati

Kita lihat zaman sekarang manusia banyak melakukan kejahatan membunuh, di tembak, di tikam, di bunuh dengan cara santet, di mutilasi, di racun, guna-guna, penyiksaan yang terjadi karena tidak mendapat keadilan hukum, tipu daya hukum yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar, fitnah yang di rekayasa untuk menjatuhkan. Pada kondisi zaman ini banyak masyarakat yang menuntut keadilan, penegak hukum yang melanggar hukum itu sendiri, memicu timbul nya api neraka tersirat dan tersurat dalam kehidupan di bumi. Pelaku kejahatan akan mendapatkan hukuman, hukuman harus di jalani, hukuman dan sangsi merupakan neraka yang di rasakan.

Alam Tuhan dengan kuasa Nya menunjukan betapa panas, merah menyala api neraka, dapat kita lihat nyata berupa gunung api yang meletus mengeluarkan semburan api dan lahar panas meleleh.

Dalam Alkitab api neraka adalah tempat penyiksaan dan kesengsaran di dalam akhirat. Neraka juga tempat ditegakannya keadilan dari perbuatan buruk yang harus mendapatkan pembalasan dan merupakan tempat sumber penderitaan bagi orang- orang yang di laknat. Neraka adalah tempat terpisahnya manusia dan Tuhan, pembalasannya adalah kekal. Neraka merupakan tempat penyiksaan dan kesangsaran di dalam Alkitab dan ajaran agama manapun. Neraka paling panas yaitu neraka Hawiyah, penghuni neraka Hawiyah mereka yang tidak pernah melakukan kebaikan. Neraka ada tingkatan tergantung pada kadar perbuatan jahat selama di dunia, artinya neraka tidak jauh dari diri kita dan neraka ada di atas bumi.

Dalam ajaran Buddha neraka di sebut” Niraya”, merupakan alam tempat mahluk-mahluk yang di liputi dosa. Niraya meliputi tingkatan dengan sebutan yang berbeda dan jenis penyiksaan yang berbeda. Menurut Budha Naraya bukan alam kekal, setelah karma pembalasan selesai sesuai kadar perbuatan dosa ia akan di hidupkan lagi disebut lahir kembali, neraka sementara setelah karma di balas. Banyak tersirat dalam arti neraka dalam pengertian Budha. Yang utama Neraka itu ada wujudnya, hukuman ada. Neraka tempat pembalasan karma semua mahluk dan memiliki tingkatan-tingkatan.

Baca Juga  Kapolres Banjar Polda Jabar Berikan Motivasi Kepada Para Pedagang Alun alun Banjar

Menurut Budha siapa saja yang menempati neraka/naraya yaitu manusia yang membunuh ibu dan ayah, membunuh seorang aruhat, melukai seorang Budha/ ulama, orang yang melakukan keributan dan perpecahan. Penjelasan dalam islam pun sama golong manusia yang akan masuk neraka. Ilmu dan pengetahuan ajaran kehidupan dan perintah dan larangan dari Tuhan tidak pernah berbeda, pasti sama.

Ciri-ciri hari kiamat adalah terjadinya banyak gunung-gunung yang di hancurkan.
” Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung maka katakanlah:” Tuhan ku akan menghancurkannya ( Qs. At Thoha ayat 105 ). Kita harus waspada jika banyak gunung-gunung yang meletus artinya alam sedang memperlihatkan api neraka dengan nyata. Dalam wangsit Siliwangi di zaman kerajaan Pajajaran yaitu “Darengekeun…

Zaman bakal ganti deui, tapi engke lamun geus bitu gunung Gede, di susul ku gunung tujuh mangka genjlong deui sajagat.” Artinya zaman akan berganti lagi, tetapi nanti kalau sudah meletus gunung besar di susul tujuh gunung maka akan ramai lagi sealam jagat. Wangsit ini selaras dengan ayat Qs.At Thoha ayat 105, bahwa akan ada waktunya Gunung- gunung di hancurkan. Pada zaman sekarang ini gejala dan fenomena alam sudah menuju pembuktian, kita harus melakukan penyadaran diri dan meningkatkan ibadah, melakukan perbuatan baik, pertobatan yang sungguh-sungguh tobat.

Semoga tulisan ini dapat menjadikan kita ingat akan Tuhan, dan kembali pada aturan dan hukum Tuhan yang sejati.
Ingat neraka ada dalam diri kita dan neraka dapat kita lihat, masuk kedalamnya tidak harus di alam akherat, di muka bumi ini Allah sudah menciptakan api neraka. Di alam akherat api neraka juga pasti ada.

Garut, 2 Desember 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here