Jana Supriatna Tuturkan Pengalaman Pribadi Serta Suka-Duka Menjadi Sekretaris Pimpinan

0

Pewarta: Iwan Singadinata

KAB. TASIK. FOKUSPRIANGAN.ID – Dalam obrolan santai di ruang kerja kantor dinas pekerjaan umum (PU), Jana Supriatna menjelaskan pengalaman Sekilas-ringkas menjadi sekpri, namun menurutnya sebelum bercerita panjang, alangkah baiknya bila kita mengetahui dulu menurut para ahli, Apa itu sekpri ?. agar tak gagal paham,”kilahnya.

Sekretaris pribadi adalah sekretaris yang hanya bekerja membantu pimpinan dan menjadi perantara pimpinan terhadap yang lain. Sekretaris pribadi dituntut untuk mampu mencegah pimpinan agar tidak kelebihan beban atau masalah kecil yang tidak penting dan dapat fokus terhadap hal-hal yang lebih penting.

Sekretaris pribadi harus memiliki kemampuan basic seperti sekretaris pada umumnya yaitu kemampuan administrasi, namun tentu saja harus memiliki modal lain selain itu, antara lain adalah mempelajari pekerjaan baik luar maupun dalam, karena sekretaris pribadi akan berperan sebagai tangan kanan sang atasan, dan berhubungan langsung dengan orang-orang penting di perusahaan, hal ini mutlak diperlukan agar pada saat diajak berdiskusi atau diajak bicara sekretaris pribadi langsung mengerti arah pembicaraan atasannya kemana sehingga dapat mengerti apa yang akan dibutuhkan oleh atasan.

Dengan sendaw gurauan layaknya komedian terkenal *Komeng’, Jana minta ijin penulis untuk bercerita dahulu tentang pengalaman saat pertama kali atau awal mula dirinya mulai bekerja di dinas pekerjaan umum, sebagai tenaga honorer daerah (Honda) pada tahun 1998, ketika itu pemerintah mengalami krisis moneter atau lebih dikenal dengan istilah krismon, dalam masa sulit seperti ini, untuk kali pertamanya seorang jana mendapat honorarium sebesar 50 ribu rupiah dari pemerintah daerah melalui dinas dimana dirinya berkiprah, tentu saja rasa bahagia tak terhingga, baginya merupakan kebanggaan tersendiri mas! Sambil menatap penulis.

Jana Supriatna mengakui dan menyadari, bahwa dirinya dikalangan teman-teman seangkatan dan dikampungnya dimana dia tinggal pada saat itu, dinobatkan sebagai pemuda sangat pemalu untuk istilah jaman baheula bisa dibilang tergolong pemuda si malu donk ah!, xixixi sambil cekikikan jana berkisah, ya kalau istilah anak gaul sekarang mah sambil tertawa lebar hahaha kuper(kurang pergaulan) gitcu mas(pen)!, terkadang ketemu para wanita hadeeh mas! Minta ampun seribu ampun, gak berani, takut dan hati ini tetep merasa malu tak ketulungan???.

Baca Juga  Momen Idul Adha Warga Kp.Ciguntur Kecamatan Pacet Sembelih 3 Ekor Sapi dan 2 Kambing

Setelah berselang setahun bekerja, dan teman sekantor banyak yang sudah beristri, ada juga teman yang suka membawa dambaan pujaan hatinya takkala ada acara pertemuan kantor dalam rangka temu silaturahmi atau acara pernikahan putri pejabat, disaat inilah seorang jana mulai terusik perasaan hati yang menggugah ingin seperti yang lain, jana ingat sebait kata sastrawan Chairil Anwar dengan sajaknya yang terkenal ” Aku ini bukan binatang jalang dari kumpulan yang terbuang……” , Mulai dari sini seorang Jana tingkat kepedeannya meningkat, bahkan teringat akan sebuah lagu barat” when I need you!, Oh! Darling. Membuat Jana semakin kepengen mempunyai seorang Kekasih.

Dan disinilah Pemuda Si Malu donk ah! mulai mengincar seorang gadis primadona yang cantik bernama Ai Yanti, tak jauh disekitar kampung jana tinggal, jana mulai nekad memberanikan diri dengan segala strategi dilakukan untuk mendapatkannya, dan akhirnya hanya dalam setahun berkenalan, pada tahun 2000, Jana mempersunting gadis primadona yang dia mau, dengan senyum kemenangan yang terindah dalam hidupnya kini gadis cantik sudah dalam pelukannya untuk selamanya.

Tahun 2001, dari hasil perkawinan Jana dan istri diberi kepercayaan dari yang Maha Kuasa, seorang anak lelaki munggil, ganteng dan tampan diberi nama Ikmal Fauzi dan Ikmal sekarang sebentar lagi final mengakhiri kuliah di Universitas Bhakti Tunas Husada dan putrinya diberi nama Iklimiya Balqis sekolah di kelas 8 SMPN I Singaparna.

Seiring perjalanan waktu tahun 2006, Jana diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil dan tahun 2014 ditempatkan menjadi sekretaris pribadi pimpinan dinas sampai saat ini.

Pengalaman menjadi sekpri, suka dukanya menjadi pengalaman tersendiri dalam menghadapi, mengatasi permasalahan bagi semua tamu dari berbagai golongan tingkatan dan Alhamdulillah kesemuanya teratasi, mengakhiri obrolannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here