Isu Kerenggangan Walikota dan Wakil Wali Kota Cilegon, Ini Kata Aam Komisi I DPRD Cilegon

0

Pewarta: Aan.SGT

CILEGON, FOKUSPRIANGAN. ID – Tidak dilibatkannya Wakil Wali Kota Cilegon Sanuji Pentamarta dalam pelantikan pejabat Pemkot Cilegon. Komisi I DPRD Kota Cilegon dari fraksi PKS Aam Amrullah akhirnya angkat bicara. Jumat (5/8/2022).

Aam Amrullah selaku anggota Komisi I DPRD Kota Cilegon yang mengapresiasi pelaksanaan pelantikan yang telah digelar juga menyoroti hal itu, mengingat menurutnya kondisi demikian akan menjadi preseden buruk bagi pemerintahan saat ini.

“Seperti yang saya sampaikan kemarin, kalau kita mendorong rotasi mutasi agar segera dilaksanakan. Alhamdulillah sudah dilaksanakan. Ini saya sebagai anggota komisi, sangat disayangkan sekali, ini kan disaksikan oleh masyarakat dilihat oleh publik, akan menjadikan preseden buruk bagi pemerintahan karena menunjukan ketidakharmonisan,” ucapnya Aam.

Masih kata Aam Amrullah salah satu politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, juga sangat menyayangkan apa yang terjadi. Terlebih sebagai penyelenggara pemerintahan, menurutnya tidak semestinya menunjukan ketidakharmonisan kepada publik.

“Ini sangat amat saya sayangkan sekali, padahal yang namanya pemerintahan daerah itu, disamping walikota wakil walikota DPRD sebagai penyelenggara pemerintahan di daerah, jadi tidak boleh bertolak belakang, apalagi adepan-adepan, harus sering sejalan,” pungkasnya

Diirinya (Aam _red) juga mengingatkan, bahwa amanat kepala daerah yang dijabat saat ini, tidak terlepas berkat kerja keras partai koalisi pengusung yakni antara Berkarya dan PKS.

“Koalisi partai yang menjadi pengusung itu tidak bisa dinafikan baik oleh C1 (Wali Kota), C2 (Wakil Wali Kota), bahwa mereka menjadi wali kota itu hasil koalisi bersama PKS dan Berkarya,” jelasnya Aam.

Sehingga menurut nya, diantara keduanya baik Wali Kota dan Wakil Wali Kota tidak boleh ada yang merasa lebih besar. Mengingat tanpa adanya partai sebagai pengusung keduanya, menurutnya kedua nya tidak akan pernah menjadi pasangan kepala daerah.

Baca Juga  CO Crew Tasikmalaya Gelar Aneka Lomba Teadisional, Meriahkan HUT Ke-76 Kemerdekaan Indonesia

“Tidak ada yang boleh mengatakan saya lebih besar, tanpa adanya perahu mereka tidak akan jadi apa-apa. Enggak boleh ada yang merasa besar kepala, karena mereka itu diusung berdua. Saya sangat menyayangkan, dan ini preseden buruk ditengah-tengah publik yang harapannya begitu besar kepada mereka,” tuturnya Aam.

Dirinya pun mendesak agar partai pengusung bisa melakukan evaluasi atas isu keretakan yang telah beredar luas di masyarakat.

“Kalau ada perbedaan itu harusnya tidak boleh diperlihatkan ke publik, ini harus dievaluasi partai pengusung,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here