Pemdes Ratawangi Lakukan Mediasi Warganya Terkait Dugaan Ilmu Santet, Berakhir Islah

0

KAB.CIAMIS. FOKUSPRIANGAN.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Ratawangi, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat┬ámelakukan mediasi warganya atas tuduhan dugaan ilmu hitam┬á(santet). Selasa (07/12/21).

Mediasi tersebut di lakasanakan dirumah Sahli selaku orang tua dari Rosmiati sebagai korban dugaan santen di Dusun Cangring Rt 09 Rw 03 Desa Ratawangi, Kecamatan Banjarsari.

Hal tersebut lantaran, warga Rosmiati sudah bertahun- tahun mengalami sakit yang tak kunjung sembuh, bahkan pihak medis pun sempat kebingungan mencari penyakit yang di alaminya.

Menurut Kepala Desa Ratawangi Ahmad Hidayat mengatakan, pada proses mediasi yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, akhirnya berujung dengan kesepakatan islah antara kedua belah pihak yang nantinya akan di tuangkan dalam berita acara islah,”ucap Ahmad.

“Untuk hal semacam ini susah untuk pembuktian nya, namun Alhamdulillah kedua belah pihak mau untuk islah, di lanjut dengan berdoa untuk kesembuhan Rosmiati yang di pimpin ketua MUI Desa,”katanya.

Lanjut Ahmad mengatakan, sebelumnya ia didatangi oleh warga yang berinisial IT, terduga pelaku santet yang tak lain Ketua Rw 03 Desa Ratawangi. Ia mengeluh terkait ketidaknyamanan lantaran adanya tuduhan santet kepadanya.

“Iin meminta saya untuk dipertemukan dengan tetangganya yang menuduhnya telah melakukan santet.Kami pun langsung mengambil sikap dan mempertemukan kedua belah pihak yang tengah berseteru.

“Tadinya Kami menyarankan untuk melakukan sumpah pocong ketika permasalahan tidak bisa didamaikan secara kekeluargaan,”ujarnya.

Sementara menurut Sahli, orang tua dari Rosmiati mengatakan, selama ini pihak keluarga sudah membawa Rosmiati ke beberapa rumah sakit di luar daerah, namun pihak rumah sakit tidak mendeteksi adanya penyakit yang ada di tubuh anak nya tersebut.

“Bahkan pihak rumah sakit menyarankan agar anak saya itu di bawa ke kampung saja, saya pun menuruti apa anjuran yang di berikan mereka,”kata Sahli.

Baca Juga  Ati Ajak Pengurus Pramuka berperan Aktif

“Saya sudah membawa anak saya itu, ke Ustad, bahkan ke paranormal, dan setiap anak saya di bawa ke sana, dia selalu kesurupan dan memanggil- manggil salah seorang warga yang ada disini,” ujarnya.

Lanjut Sahli mengatakan, saat anak nya tersebut mengalami kesurupan, ia selalu menyebut-nyebut nama Iin (trisna) yang tak lain adalah tetangga nya, serta mengaku bahwa mahkluk yang merasuki anak nya itu adalah Iin.

“Saya tidak minta apa-apa,cuma minta anak saya sehat kembali, kasian sudah bertahun-tahun anak saya sakit tanpa tau apa penyakit yang di derita nya,”ujarnya.

Sementara itu Trisna (Iin) terduga pelaku santet mengatakan, dirinya membantah telah melakukan tindakan santet kepada Rosmiati, bahkan pihak nya pun sampai tidak menerima atas atas adanya tuduhan yang di layangkan kepadanya.

“Jangan kan untuk melakukan santet, terlintas niat melakukan nya pun tidak ada, apalagi Rosmiati ini murid saya, bahkan dulu untuk beasiswa nya pun saya yang mengurusnya,” ujarnya.

Aktivitas saya itu, ke rumah, ke sawah, sama ke mesjid, jika saya berani melakukan hal itu, gimana ibadah saya nanti?, sama saja saya menghianati diri saya sendiri,”ujarnya.

“Trisna juga mengatakan, selama ini pihaknya selalu membantu keluarga Sahli dalam urusan pengebotan anak nya, baik itu meminjam kan mobil, bahkan dirinya pun sempat mengantar Rosmiati untuk berobat.

Makanya dengan adanya tuduhan seperti ini, saya merasa sakit hati, saya tidak terima, tadi nya saya niat ikhlas membantu, karena saya prihatin melihat kondisi Rosmiati,”keluhnya. (Revan)

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here