BAPPENAS RI, Sebut Penanganan Eceng Gondok Sudah Ada Kemajuan, Namun Harus Lebih Extra Dalam Penanganan Lanjutan

0

PURWAKARTA. FOKUSPRIANGAN.ID – Dalam rangka pemantauan RKP 2021 dan Pemantauan RKP 2022. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( BAPPENAS ) Republik Indonesia melakukan peninjauan penanganan Eceng gondok di perairan waduk Cirata, tepatnya di Wilayah Sektor 12 Kabupaten Purwakarta, Jumat, (19/11/21).

Pelaksanaan peninjauan tersebut juga dilakukan demi memastikan perkembangan penanganan Eceng gondok di wilayah tersebut.

Pada kesempatan itu, Bappenas serta rombongan, Satgas Citarum Harum, Sektor 12 dan juga Pembangkit Jawa Bali ( PJB ) terlihat menaiki sebuah alat trasfortasi Air, dengan menggunakan 2 (dua) Spead Boat milik PJB dan 1 (Satu) Perahu LCR milik Satgas Citarum Harum.

Pantauan awak media para rombongan menaiki kendaraan transfortasi air tersebut untuk mengelilingi dan meninjau penyebaran Eceng gondok yang ada di perairan waduk Cirata khususnya di wilayah Dermaga Cibuluh.

Hadir dalam kegiatan tersebut ialah:
1. Taufik Hanafi, Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi Dan Pengendalian Pembangunan.

2. Budhi Santoso, Perencanaan Ahli Utama Kedeputian PEPP.

3. Kolonel CZI Suyatrinu Wardedi Dansektor 12 Satgas Citarum Harum.

4. Mayor Inf Sigried W. Panaha Pabandya Komsos Sterdam III/Slw.

5. Bpk. Joko, Kepala Bidang Operasional Dan Pemeliharaan (BBWS) Beserta Rombongan.

6. Bpk. Muh. Zaki Project Manager PT. Adikarya Beserta Rombongan.

7. Bpk. Eko Pristono, koordinator Sekretariat Satgas Citarum Beserta Rombongan.

8.Yulia Febriyanti, Staf Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi Dan Pengendalian Pembangunan (Kementrian PPN/BAPPENAS).

9. Kirana Tri Widiawati, Staf Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi Dan Pembangunan (Kementrian PPN/BAPPENAS).

10. Faturrahman Ariq, Staf Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi Dan Pengendalian Pembangunan (Kementrian PPN/BAPPENAS).

11. Naufal Tirta, Staf Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi Dan Pengendalian Pembangunan (Kementrian PPN/BAPPENAS).

12. Herwanto, Staf Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi Dan Pengendalian Pembangunan (Kementrian PPN/BAPPENAS).

Baca Juga  Terkait Belum Dibayarnya Ganti Rugi Lahan Oleh PT KPC, DPP HIPPI Datangi Kemen ESDM

13. Sopian, Staf Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi Dan Pengendalian Pembangunan (Kementrian PPN/BAPPENAS).

14. Faisal, Staf Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi Dan Pengendalian Pembangunan (Kementrian PPN/BAPPENAS).

15. Staf .manejemen PJB UP Cirata.

16. Anggota Satgas Citarum Harum

Menurut keterangan BAPPENAS RI, melalui Pengairan Irigasi, Apdul, mengatakan bahwa penanganan Eceng gondok yang dilakukan oleh Satgas Citarum Harum dan Intansi terkait lainnya telah ada kemajuan, namun karena jumalah atau hamparan Eceng yang begitu banyak, tentunya harus dilakukan penanganan yang serius dengan skala besar.

“Kami mendampingi pak Deputi untuk mengevaluasi kemajuan satgas Citarum harum sektor 12, antara lain penangan Eceng gondok, dan kami liat ini sudah ada kemajuan dan Eceng gondok itu sudah dapat dikendalikan, tapi karena memang Eceng gondoknya sudah begitu banyak jadi perlu penanganan dengan skala besar, ” Kata Apdul.

Apdul juga menyebutkan bahwa dalam penanganan Eceng gondok tersebut, harus ada penawaran ruang kerja Alternatif, sehingga mata pencaharuan mereka ( Petani Jaring Apung ) tidak harus di keramba jaring apung saja.

” penangan tersebut ada dua strategi yang pertama harus memperbaiki mata pencaharian dari penduduk yang harus dikerjakan dari kementrian ketenaga kerjaan Tahun depan, terus yang kedua bagai mana mengendalikan Eceng gondoknya sendiri dengan memperbaiki siklus nutrisi air disini, mudah mudahan dengan pembinaan perikanan budidaya disini juga mampu mengurangi beban polutan dan bisa memperbaiki siklus air disini sehingga dampak Eceng gondoknya dapat dikendalikan secara jangka panjang,” kata Apdul.

Sementara Komandan Satgas Citarum Harum Sektor 12, Kolonel Czi. Suyatrinu Wardedi, mengatakan dan bsrterimakasih atas kunjungan dan peninjauan yang telah dilakukan BAOOENAS, dan suatu spirit baru bagi Satgas Citarum Harum, karena mendapatkan suport dan dukungan yang positif atas apa yang telah di kerjakan oleh para Satgas Citarum dan juga PJB.

Baca Juga  Gugus Tugas Kota Cilegon Lakukan Sterilisasi Lokasi Yang Terkonfirmasi Covid-19

” Dengan menaiki alat trasfortasi air, kami tadi telah meninjau hamparan gulma eceng gondok yang ada di perairan waduk Cirata yang begitu memang sudah menumpuk, namun kami akan terus melaksanakan dan mengerjakan semaksimal mungkin, seperti sudah tadi saya sampaikan kepada pa Joko sebagai pimpinan BAPPENAS, bahwa kami akan terus melakukan percepatan pembersihan eceng gondok semaksimal mungkin,” ungkap Dansekror 12 Citarum Harum, Kolonel Czi. Suyatrinu Wardedi.

Dansekror juga mengatakan, bahwa diharapkan dengan adanya kunjungan langsung BAPPENAS ke Waduk Cirata ini akan lebih mengetahui begitu banyaknya KJA yang ada dan inilah langkah awal kami untuk memanuper penertiban KJA yang ada.

” Iya, sebagai langkah awal, dengan adanya kunjungan BAPPENAS di wilayah waduk Cirata bisa melihat secara langsung kondisi KJA sendiri yang begitu banyak maupun gulma eceng gondok yang begitu padat, tentunya melalui tim BAPPENAS mudah mudahan kita mendapat dukungan dan suport yang baik dari semua stakeholder terkait,” tandasnya.

Konsep yang serupa juga dikatakan oleh Dansekror 12 Citarum Harum terkait mantan karyawan Keramba Jaring Apung untuk mengenalkan atau mengedukasi kepada para x jaring apung untuk dapat beralih propesi dan tidak terlalu mengandalkan usaha dari keramba jaring Apung saja.

” Strategi pengamanan dan penataan dalam rangka meningkatkan kualitas air Cirata ini, saya sampaikan konsep bahwa dalam penataan dan penertiban KJA tidak terlepas dari mata rantai dan kami akan berencana membuat sistim edukasi bagi masyarakat atau karyawan x petani Keramba yang nantinya kena imbas dari oenerriban KJA ya gbselama ini menjadi mata pencarian mereka melalui sistem edukasi pemanfaatan gulma eceng gondok maupun sumberdaya alam yang ada di wilayah Cirata ini, dengan edukasi mudah mudahan dapat memperdayakan masyarakat sehingga mereka dapat merasakan hasil dengan nilai ekonomis yang nantinya bukan hanya menjadi sumber edukasi tetapi mantan petani keramba jaring apung nantinya juga dapat merasakan nilai ekonomis dari hasil edukasi yang kami laksanakan,” papar Kolonel Czi. Suyatrinu Wardedi. ( Andri )

Baca Juga  Perebutan Dua Balon Kandidat Rw 06 Panyingkiran Bersaing Secara Sehat Jujur Dan Adil
Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here