2 Tersangka Pembuat dan Pengedar Uang Palsu di Tangkap Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota

0

KOTA TASIK, FOKUSPRIANGAN.ID – Satreskrim Polres Tasik Kota dan Polsek Kadipaten berhasil ungkap kasus tindak pidana pembuat dan pengedar uang palsu di Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. Pelaku bernisial HS dan AP.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan menerangkan, bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat pemilik sebuah warung di Kampung Cipanas, Kecamatan Kadipaten, tentang adanya peredaran uang palsu pecahan Rp. 50 ribu dari 2 orang yang membeli sebungkus rokok di warung miliknya,”ucapnya Rabu (06/10/21).

“Kami amanakan 2 orang inisial HS dan AP tersangka selaku pengedar dan pembuat uang palsu,” ungkap AKBP Aszhari

Dalam kasus ini, Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya uang palsu sebanyak 214 lembar pecahan Rp.50 ribu senilai Rp.10,7 juta, serta berbagai alat untuk mencetak uang palsu seperti printer, gunting, cutter, mesin laminating dan sebagainya.

“Kami juga mengamankan uang asli dari ke 2 tersangka sebesar Rp. 1,1 juta,” pungkasnya

Ia menambahkan. Modus Operandi pelaku membuat atau mencetak serta membelanjakan uang palsu nominal Rp. 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah ) untuk membeli rokok di warung-warung kecil pinggir jalan.

“Kemudian keuntungan yang didapat pelaku dari mengedarkan uang palsu tersebut digunakan untuk keperluan sehari-hari dan membayar hutang yang dimilikinya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Darjana mengapresiasi pengungkapan pembuatan dan pengedaran uang palsu di wilayah hukum Kota Tasikmalaya.

β€œKita semua ini adalah Kolaborasi yang baik, berawal dari laporan masyarakat dan respon cepat dari Pihak Kepolisian sehingga berhasil mengungkap pembuatan dan pengedaran uang palsu sebanyak 214 Lembar Pecahan Lima Puluh Ribu senilai (Sepuluh Juta Tujuh Ratus Ribu) yang tingkat kemiripannya 50% dari uang asli,” jelasnya Darjana

Baca Juga  Silaturahmi Kadis Pertanian Kota Tasikmalaya Dengan Gapoktan Kelurahan Cipari dan Cipawitra

Tersangka dijerat Pasal 36 ayat (1), (2), (3) Jo pasal 26 ayat (1), (2), (3) dan atau pasal 37 ayat (2) jo 27 ayat (2) UU RI No. 07 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan Ancaman Penjara selama-Lamanya 15 (Lima Belas) Tahun penjara. (Red)

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here