Gerakan Membumikan Budaya Literasi, Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Selenggarakan Sekolah Literasi

0

JAKARTA, FOKUSPRIANGAN, ID – Capacity building merupakan suatu proses untuk melakukan sesuatu, atau serangkaian kegiatan untuk melakukan perubahan multilevel pada diri individu, kelompok-kelompok, organisasi-organisasi, dan sistem-sistem guna memperkuat kemampuan penyesuaian individu dan organisasi dalam menghadapi perubahan lingkungan yang ada

Untuk itu peningkatan kapasitas dapat dilakukan melalui proses menganalisa lingkungannya, mengidentifikasi masalah-masalah organisasi, mencari kebutuhan-kebutuhan pengembangan diri dan organisasi, isu-isu dan peluang-peluang yang dapat diperankan organisasi, membuat formulasi strategi

“Dalam proses mengatasi masalah-masalah, dan tentunya merancang sebuah rencana aksi agar bisa terkumpul data penataan sistem organisasi secara baik termasuk lembaga pengawas pemilu.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum mengalami penguatan secara kelembagaan terutama dengan dipermanenkannya lembaga pengawas pemilu di tingkat Kab/Kota
menjadi Bawaslu Kab/Kota yang awalnya masih bersifat adhoc,” ucapnya Sitti Rakhman

Ia menambahkan, konsekuensi logis terhadap pengembangan organisasi dan peningkatan kualitas
SDM secara menyeluruh terhadap supporting system pengawasan pemilu. Kualitas SDM Sekretariat pengawas pemilu disetiap tingkatan perlu mendapatkan perhatian khusus dalam hal kualitas.

“Dengan kapasitas SDM yang hanya terbatas maka mereka dituntut memiliki staff yang begitu kompeten dalam mengerjakan seluruh pekerjaan dibagian Sekretariat. Upaya perbaikan kinerja sekretariat tentu dalam rangka mendukung kegiatan pengawasan pemilu 2019. Support yang baik dari sekretariat terhadap kegiatan pengawasan hanya bisa didapatkan dari kinerja yang baik dari seluruh sumber daya sekretariat,” imbuhnya

Kemampuan kinerja, daya kerja dan daya tahan menjadi sangat penting sebagai instrumen mewujudkan penguatan organisasi yang dicita-citakan oleh seluruh lembaga pengawas pemilu sesuai amanah undang-undang. Salah satu hal yang harus terus dikembangkan dari sumber daya manusia yang dimiliki oleh pengawas pemilu adalah kemampuan literasi yang baik terutama dalam membaca literatur dan menuangkan gagasan dalam tulisan. kemampuan ini mesti dimiliki karena akan menunjang pada perbaikan seluruh kerja-kerja pengawasan
pemilu.

Baca Juga  Ketua Fraksi Partai Demokrat H. Badri Suhendi Bagikan Masker Gratis ke Warga Pasar Semi Moderen Palabuhanratu

Menulis hasil pengawasan, menyusun putusan penyelesaian sengketa proses, membuat kajian penanganan pelanggaran bahkan sampai saat menyusun keterangan tertulis dalam sengketa perselisihan hasil pemillu di Mahkamah
Konstitusi.

Menurutnya, atas dasar itu Sitti Rakhman Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta tergerak untuk terus membumikan budaya literasi ditengah-ditengah masyarakat khususnya pengawas pemilu, ini dibuktikan dengan kegiatan Sekolah Literasi yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi DKI Jakarat selama 3 (tiga) hari secara berturut-turut terhitung mulai tanggal 4 hingga 6 Oktober 2021 dan dilaksanakan secara daring karena masih dimasa pandemi Covid-19

“Peserta Sekolah Literasi berasal dari berbagai latar belakang profesi mulai dari mahasiswa, praktisi hingga pengawas pemilu sendiri dengan sebelumnya harus
mengirimkan tulisan opini sebagai persyaratan agar dapat mengikuti kegiatan sekolah literasi. Narasumber yang dihadirkan juga merupakan orang-orang yang memiliki kompetensi dibidang literasi seperti akademisi dari perguruan tinggi, praktisi yang
dibuktikan dengan produktivitas dalam menulis buka atau karya tulis ilmiah lainnya yang sudah tersebar dimana-dimana. Kegiatan ini juga akan dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu RI yang menjadi Keynote Speaker,” pungkasnya

Kemampuan membaca, menulis, dan memahami sebenarnya merupakan skill dasar yang harus dimiliki oleh seluruh pengawas pemilu, ini sebagai bagian dari upaya untuk terus meningkatkan kompetensi analisis dan sintesis yang harus dimiliki oleh setiap individu pengawas pemilu terutama dalam menghadapi Pemilu dan Pemilihan.

Penulis: Nur.Azizah
Editor : A.SGT

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here